Da'wah Ilallah

Kamis, 28 April 2011

La Roihata Ba’dal Yaum

oleh Karkun Jamaah Tabligh Bentuk Jamaah Gerak 4 Bulan

 

pada 29 April 2011 jam 9:34

Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! Sejak ayat Ya ayyuhal Mudatsir turun, beliau SAW langsung melipat bister tempat tidur dan katakan kepada istrinya: La Roihata ba’dal Yaum (Sejak hari ini tak ada lagi istirahat)

Pada ayat ini Allah SWT, menerangkan peristiwa turunnya surah ini. Perincian peristiwa itu diterangkan Rasulullah SAW sebagai berikut; Setelah sebulan lamanya aku berada di gua Hira' (untuk ber tahannus mencari kebenaran) dan aku bermaksud hendak meninggalkannya, tiba-tiba terdengar suara memanggilku. Aku lihat ke kiri dan ke kanan, namun aku tidak melihat apa-apa Kemudian ke belakang tetapi tidak aku lihat sesuatupun Lalu aku tengadahkan kepalaku ke atas, tiba-tiba aku menangkap bayangan dari malaikat (Jibril) yang sedang duduk di kursi antara langit dan bumi. Malaikat itu sedang berdoa kepada Allah. Aku begitu takut dan segera meninggalkan gua Hira'. Karena itu aku buru-buru pulang dan segera menemui Khadijah dan mengatakan : "Dassiruni dassiruni" kemulkan aku, kemulkan aku, hai Khadijah dan tolong basahi tubuhku dengan air dingin". Khadijah memenuhi permintaanku. Ketika aku tertidur berkemul kain yang menutupi seluruh tubuh, turunlah ayat, "Hai orang yang berkemul (berselimut) , bangunlah lalu berilah peringatan... dan ... perbuatan dosa tinggalkanlah". Nabi Muhammad SAW sedang berkemul dengan selimut karena diliputi perasaan takut melihat rupa malaikat Jibril turunlah wahyu yang pertama kali, yang memerintahkan agar segera bangun dan memperingatkan umat yang masih sesat itu supaya mereka mengenal jalan yang benar.

Perkataan "qum" (bangunlah) menunjukkan bahwa seorang Rasul harus rajin, ulet dan tidak mengenal putus asa karena ejekan orang yang tidak senang menerima seruannya. Rasul tidak boleh malas dan berpangku tangan. Begitulah beliau semenjak turunnya ayat ini tidak pernah berhenti melakukan tugas dakwah. Hal itu dilakukan sepanjang hidup beliau dengan berbagai macam kegiatan yang berguna bagi kepentingan umat dan penyiaran agama Islam.

Adapun peringatan-peringatan yang disampaikan beliau kepada penduduk Mekah yang masih musyrik pada waktu itu, berupa peringatan betapa kerasnya siksaan Allah di Hari Kiamat kelak. Demi menyelamatkan diri dari azab tersebut hendaklah manusia mengenal Allah dan patuh mengikuti perintah Rasulullah SAW.

Syaikhain (Bukhari dan Muslim) mengetengahkan sebuah hadis melalui Jabir r.a. yang menceritakan, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, "Aku telah menyepi di dalam gua Hira selama satu bulan. Setelah aku merasa cukup tinggal di dalamnya selama itu, aku turun dan beristirahat di suatu lembah. Tiba-tiba ada suara yang memanggilku, akan tetapi aku tiada melihat seseorang pun. Lalu aku mengangkat muka ke langit, tiba-tiba aku melihat malaikat yang mendatangiku di gua Hira menampakkan dirinya. Lalu aku kembali ke rumah dan langsung mengatakan, 'Selimuti aku!' Maka Allah menurunkan firman-Nya, 'Hai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan!'" (Q.S. Al Muddatstsir, 1-2)

Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang lemah melalui Ibnu Abbas r.a. bahwasanya Walid bin Mughirah mengundang orang-orang Quraisy untuk makan bersama di rumahnya. Setelah mereka selesai makan, Walid berkata, "Bagaimana menurut pendapat kalian tentang lelaki itu (yakni Muhammad)?" Sebagian di antara mereka ada yang mengatakan, "Dia adalah tukang sihir." Sebagian lainnya mengatakan, "Dia bukan tukang sihir." Sebagian lagi di antara mereka ada yang mengatakan, "Dia adalah tukang tenung." Sebagian yang lain lagi mengatakan, "Dia bukan tukang tenung." Sebagian di antara mereka ada pula yang mengatakan, "Dia adalah penyair." Sebagian yang lainnya lagi mengatakan, "Dia bukan penyair." Sebagian yang lainnya lagi ada yang mengatakan, "Alquran yang dikatakannya itu adalah sihir yang ia pelajari sebelumnya." Akhirnya berita tersebut sampai kepada Nabi saw. maka Nabi saw. menjadi sedih karenanya, lalu ia menyelimuti seluruh tubuhnya. Pada saat itulah Allah menurunkan firman-Nya, "Hai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan!" (Q.S. Al Muddatstsir, 1-2) sampai dengan firman-Nya, "Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah!." (Q.S. Al Muddatstsir, 7)

Sesungguhnya kamu di siang hari berenang yang panjang di tengah tengah manusia (QS. Al Muzzammil 7)

Nabi berdakwah tak boleh berhenti diibaratkan orang berenang jika berhenti akan tenggelam. Orang yang berjalan masih bisa berhenti dan istirahat tetapi orang yang berenang tidak bisa berhenti kalau berhenti akan tenggelam. Sabhan Thowila (berenang yang panjang). Tidak ada kata berhenti dalam dakwah kalau berhenti maka kita akan tenggelam dalam lautan maksiat.   

Salama 23 tahun terus berdakwah, fikir umat, maka menjelang kematian Rasululloh SAW ditangisi oleh puterinya Fathimah rha, tetapi Rasululloh SAW bersabda : Anakku tak usah menangis.

La Rokuba ba’dal yaum (Sejak hari ini tak ada lagi kesusahan bagi ayahmu). Senang selama-lamanya.

Jadi dari ia la Roihata ba’dal yaum sampai ia Rokuba ba’dal yaum Rasulluloh 23 tahun habiskan waktu untuk ummat dengan segala penderitaan didalam dakwah. Selama 23 tahu inilah fase dakwah Rasululloh SAW dan diakhir hayatnya yang mendapat kesenangan selama-lamanya.

Pernahkah kita mengatakan hal ini kepada istri kita : “La Roihata ba’dal Yaum”, adinda tersayang mulai hari ini tidak ada lagi istirahat dalam dakwah. Ummat sekarang dalam keadaan jauh dari Allah dan Rasulnya. Semua kehidupan ini akan abang gunakan untuk agama. Kalau kita sudah katakan ini kepada istri tercinta dan direalisasikan dengan baik maka menjelang kematian kita akan tersenyum dan berkata : “La Rokuba ba’dal yaum” adinda tersayang mulai hari ini tidak ada lagi kesusahan. Senang selama-lamanya.

Nabi diantar untuk seluruh manusia, Wama arsalna illa kaaffata linnas,  sedangkan Allah adalah Robbinas/ tuhan bagi seluruh manusia, dan Al Qur’an adalah Hudallinnas/ petunjuk bagi seluruh manusia.

Tetapi dalam sejarah Nubuwwah Nabi SAW hanya berumur 63 tahun, dan Nabi SAW hanya 2 kali tinggalkan tempat tinggalnya yaitu ketika ke Thaif dan ketika ke Tabuk, bagaimana agama sampai kepada manusia ?? Apakah angin yang membawah ?? Atau burung??

Tentu tidak !! agama oleh sahabat keseluruh alam itulah sebabnya Allah SWT berfirman tentang Ummat ini : Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali 'Imran 110)

Sebagaimana seorang ayah yang inginkan anaknya menjadi pedagang , setiap hari ia akan bawa anaknya ke toko agar paham bagaiman cara dagang.

Begitu juga Rasulluloh SAW telah siapkan sahabat menjadi Da’i sebagaimana Nabi Nabi , mereka dibawa dalam suasana Dakwah.

Sehingga di haji Wada Nabi saw telah bawa 124.000 sahabat R.hum dihadapan Allah SWT di Rumah NYA didepan Ka’bah seolah ingin tunjukan kepada Allah SWT :

“Ya Allah Inilah Ummatku aku bawakan kepada engkau untuk meneruskan kerjaku.”

Nabi saw sabdakan : “Fal yuballigh syahidu minkumul ghoib.”

Hendaklah yang hadir sampaikan kepada yang tak hadir.

Sejak hari itu sahabat pergi kemana dia mengarah.

Yang di barat terus berjalan kebarat, yang di timur pergi ke timur mereka tak lagi fikir pulang dulu kerumah , mereka membawah fikir Rasululloh SAW.

Sehinggah makam mereka bertebaran di seluruh alam, dan bila kita ke haji hanya ada 10.000 Orang yang dimakamkan di Madinah, yang lainnya jauh dari tempat mereka 36.000 ada di Yordan , Amru bin Naqsya ada di Shakarpur Sind Pakistan. 114.000 lagi bertebaran keseluruh alam.

Sampai sampai di Barus Sumut ada  makam sahabat bertuliskan 38 Hijriyah.

Syech Abdul Wahab katakan :

Dahulu orang islam fikir bagaimana bisa pergi ke Amerika untuk ambil duit orang Amerika, kerja disana dan bangun rumah di negeri sendiri.

Tetapi sekarang kita korbankan uang kita yang kita cari di negeri sendiri untuk datang ke negeri Amerika dan berdakwa kepada mereka agar hidayah datang dan mereka selamat dari adzab Allah SWT.

210.000 orang jamaah haji per tahun diberangkatkan dari Indonesia. Kalau 1 jamaah 10 orang maka 21.000 ribu jamaah negeri jauh untuk buat dakwah. Indonesia sebenarnya punya potensi besar dalam dakwah. Kalaulah 21.000 jamaah bisa dihantar negeri jauh maka diseluruh pelosok dunia akan ada jamaah Indonesia. Jumlah negara yang resmi tercatat 195 negara. Untuk mempermudah dengan yang tidak dicatat kita katakanlah 210 negara. 21.000 jamaah yang dihantar berarti 100 jamaah Indonesia akan dihantar untuk setiap negara. Satu negara akan ada 100 jamaah Indonesia.

Dibandara-bandara penerbangan diseluruh dunia akan menjadi putih karena jubah yang mereka kenakan. Akan menjadi hitam karena jamaah masturoh yang dihantar keseluruh dunia.

Kapan ini akan terwujud?

Kalau setiap kita yang merasa ada tanggung jawab usaha dakwah keluar dijalan Allah.

Kalau belum bisa Taskiel orang lain. Minimal kita bisa taskiel diri sendiri. Insya Allah

Terkadang untuk berdoa pun kita takut supaya berangkat 4 bulan.

Takut di Aminkan Malaikat.

Takut dikabulkan Allah SWT.

Agama akan wujud dalam kehidupan manusia kalau kita mau sama-sama berkorban untuk agama.

Rasulullah saw berwasiat kepada para sahabat, " Wahai sahabatku, apabila saat ini kalian mengurangi waktu kalian untuk agama Allah sepersepuluh saja, niscaya nushratullah (pertolongan Allah) tidak akan turun, kalian harus mengamalkan agama secara keseluruhan, Tetapi ummatku pada akhir zaman nanti, jika mereka rela meluangkan waktunya sepersepuluh saja untuk agama Allah, maka nusratullah akan segera turun."(HR.Tirmizdi)

Senin, 18 April 2011

Kalau Usaha Da’wah Ditinggalkan

Paulus dan Barnabas memberi nama "Kristen" terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M.

Agama kristen muncul sekitar tahun 42 M.

Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.' (Kis 11:26)

Pada tahun 325 M kaisar kontantin mengadakan konsili Nesea di Nesea. Yang memutuskan bahwa Yesus adalah Tuhan yang sebelumnya Yesus tidak pernah dinyatakan sebagai Tuhan. Mulai dari tahun 325 M inilah Yesus dianggap sebagai Tuhan.

360 patung mengelilingi Ka’bah. Didepan Ka’bah pun manusia berzina. Tempat yang paling mulia diatas permukaan bumi ini pun akan menjadi tempat maksiat kalau usaha dakwah ditinggalkan.

Jarak antara Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW sekitar 600 tahun. Selama 600 tahun dakwah tidak ada sama sekali. Apa yang terjadi…? Terjadi 3 perkara besar yaitu :

1. Munculnya agama baru “Kristen”

2. Nabi Isa AS diangkat menjadi Tuhan

3. Datangnya zaman jahiliyah (Zaman yang paling rusak dipermukaan bumi ini)

Solusi dari masalah ini, Nabi Muhammad SAW telah buat Dakwah di Kota Mekkah dan Madinah sehingga zaman jahiliyah menjadi zaman Khairul kurun. Dari zaman yang paling buruk menjadi zaman yang paling baik. Asbab dihidupkannya kembali usaha dakwah.

Menjelang akhir hayatnya Rasulullah SAW mengirim satu jema'ah besar keluar kota Madinah dipimpin seorang panglima yang masih sangat muda, anak dari seorang bekas budak hamba sahaya yang kemudian menjadi anak angkat Beliau, Usamah bin Zaid r.ahuma. Belum sampai ke tujuan Jema'ah tersebut mendapat berita tentang wafatnya Baginda Rasulullah SAW. Akhirnya diputuskan jema'ah tersebut kembali ke Madinah.

Usaha dakwah terhenti sebentar (dalam satu riwayat 7 hari), jema'ah yang dipimpin Usamah ra. belum diberangkatkan. Apa yang terjadi…? Terjadi 3 perkara besar yaitu :

1. Tentara Romawi dan sekutu-sekutunya mau menyerang Madinah

2. Banyak orang kembali murtad dan sebagian tidak mau lagi membayar zakat.

3. Munculnya Nabi palsu, Musailamah al Kahzab.

Tentara Romawi dan sekutu-sekutunya mengirim suatu kekuatan besar untuk membumi hanguskan Madinah dan seluruh orang Islam. Abu Bakar ra. memutuskan untuk segera mengirim kembali jema'ah yang sempat tertunda untuk menghadapi tentara kafir dengan tetap dipimpin oleh Usamah ra. Ada sebagian sahabat yang merasa keberatan dan ingin agar Usamah ra. dapat diganti dengan sahabat yang lebih berpengalaman tapi Abu Bakar ra. berkata,

"Belum lama jasad Rasulullah SAW dikebumikan, sekarang kalian hendak mengubah satu Sunnahnya"!

Jema'ah tersebut tetap dipimpin oleh Usamah bin Zaid r.anhuma. Semua sahabat yang tidak ada uzur diperintahkan untuk menyertai jema'ah tersebut. Amirul Mukminin, Abu Bakar ra. meminta kesediaan Usamah ra. untuk membolehkan beberapa sahabat tetap tinggal di Madinah untuk tugas-tugas lain. Khalid bin Walid ra. ditugaskan memimpin 500 orang untuk menghancurkan Musailamah al Kahzab, Umar ra. ditugaskan memimpin 50 orang untuk menhadapi mereka yang tidak mau membayar zakat. Sehingga tinggallah di kota Madinah orang-orang tua dan Abu Bakar ra. sebagai Amirul Maukminin untuk mengendalikan keadaan di Madinah. Seorang sahabat lagi bertanya kepada Abu Bakar ra. berkata "Wahai Amirul mukminin kalau semua kita menyertai jema'ah ini bagaimana keadaan kota Madinah yang di dalamnya ada Ummahatul mukminiin, istri-istri Rasulullah SAW". Abu Bakar ra berkata,

"Aku lebih rela istri-istri nabi diserang musuh dan bangkainya dicabik-cabik serigala daripada agama dan usaha agama ini terhenti".

Akhirnya Jema'ah tersebut diberangkatkan dengan dilepas sendiri oleh Amirul Mukminin Abu Bakar ra. Di Madinah, semua sahabat yang uzur diperintahkan untuk membuat 'amalan masjid. Mengisinya dengan Da'wah menjumpai orang-orang di Madinah yang keyakinannya goyah atau telah keluar dari Islam untuk dapat kembali kepada Islam. Mereka kemudian diajak ke Masjid Nabawi untuk duduk di dalam majelis dan dibangkitkan semangatnya kembali serta memperbanyak 'amal ibadah dan berdo'a memohon bantuan Allah SWT. Sebagaian lagi diberi tugas untuk melayani tamu-tamu yang datang dan menyiapkan segala keperluan jema'ah masjid.

Dari usaha dan kerja di Masjid Nabawi tersebut alim ulama menerangkan terbentuk beberapa jema'ah da'wah yang dikirim ke kawasan yang berdekatan dengan Madinah, menjumpai setiap orang yang berada di kabilah terdekat untuk kembali kepada Islam dan Iman. Sehingga di dalam suatu riwayat selama tiga hari-tiga malam di kota Madinah tidak terdengar suara adzan.

Kembali kepada Jema'ah yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid ra. Selama perjalanan untuk menghadapi tentara kafir mereka telah berhenti beberapa kali. Alim ulama menerangkan bahwa Usamah ra. telah memerintahkan jema'ah tersebut untuk berhenti dan membongkar segala perlengkapan dan memasang tenda dan berbagai keperluan lainnya. Ketika semua telah selesai, ia, Usamah ra. memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan. Semua sahabat r.ahum tha'at. Mereka segera membongkar tenda mengumpulkan segala perbekalan dan sebagainya. Di tempat yang lain Usamah ra. memberikan perintah yang sama sehingga beberapa kali jema'ah tersebut membongkar memasang dan membongkar lagi perbekalan serta tenda mereka.

Walaupun pada zhahirnya terlihat seperti tidak teratur dan tidak terorganisir akan tetapi dengan ketha'atan kepada Amir dan bergeraknya mereka tersebut fii sabilillaah. Allah SWT telah tanamkan kembali di dalam hati musuh Islam ketakutan terhadap ummat Islam. Tentara Romawi dan sekutunya menjumpai bekas-bekas perkemahan dan barang-barang perbekalan sahabat r.ahum dapat menghitung berapa kekuatan pasukan Muslimin. Di tempat yang lain mereka menjumpai tanda-tanda bahwa di tempat itu juga sepasukan yang besar pernah berkemah. Sehingga akhirnya tentara musuh Islam tersebut berkesimpulan kalau dengan jumlah sahabat r.ahum sedemikian besar yang berada di luar Madinah maka pasti jumlah yang lebih besar lagi ada di dalam Madinah. Dan mereka memutuskan untuk mundur karena mereka yakin mereka tidak akan menang menghadapi orang Islam. Begitu juga Musailamah al Kahzab dan pengikutnya beserta benteng di Yamamah yang telah didirikannya akhirnya dapat di hancurkan.

Tiga perkara besar yang terjadi akibat usaha dakwah terhenti sebentar akhirnya dapat dikembalikan. Orang-orang kembali kepada Islam dan mau membayar zakat, Allah SWT tanamkan kembali ketakutan di dalam hati musuh Islam dan Allah SWT hancurkan nabi palsu. Jadi, solusi dari permasalahan ini hanya usaha dakwah dihidupkan kembali.

15 abad nabi SAW telah berpisah dengan kita.  Selama itu pula usaha dakwah telah terhenti (Dalam pandangan secara global). Walaupun masih ada sekelompok kecil ulama dari generasi ke generasi yang masih buat usaha dakwah.

15 abad usaha dakwah telah ditinggalkan. Apa yang terjadi…?

1. Maksiat meraja lela dimana-mana

2. Manusia sudah enggan membayar zakat

3. Munculnya agama baru

4. Munculnya Nabi palsu

5. Ummat islam dihinakan

6. Bencana alam

7. Pembunuhan dan perzinaan

8. Sejuta permasalahan ummat yang kita hadapi sekarang

9. Kejahatan-kejahatan ummat terdahulu dikumpulkan kepada ummat akhir zaman.

Solusi dari semua permasalahan ummat akhir zaman akan selesai. Sebagaimana jalan yang ditempuh oleh Nabi SAW dan para sahabat. Yaitu : “MENGHIDUPKAN KEMBALI USAHA DAKWAH”

Imam Malik rah.a berkata :

“Tidak ada cara yang terbaik dalam memperbaiki Ummat saat ini selain cara yang digunakan Rasullullah SAW pada kurun waktu awal Islam”

Insya Allah

Jadikan dakwah maksud hidup kita

3 hari, 40 hari dan 4 bulan

Ngemil Kerikil Neraka

Kehidupan dunia menawarkan kesenangan semu yang tiada batas. Dan manusia di `anugrahi` cobaan berupa nafsu sebagai pengikut setia atas semua itu. Berbagai tawaran menggiurkanpun tak luput menyemarakkan kelezatan dosa. Namun sangat disayangkan bahwa Kesemua itu berujung pada neraka yang mengerikan.
Betapa batin manusia sering kali terlupa atas dosa yang nyata apalagi yang tersamar. Saat kelalaian malah dianggap atraksi hiburan yang menyenangkan, dan atau dosa dinilai sebagai improfisasi brilian, maka kabut hitam penutup pintu hidayah manusia pun menjadi terasa sesak untuk dilewati. 
Bisakah kita mengkaji ulang sebentar dan melihat kembali kebelakang jalan hidup yang selama ini telah kita tempuh. Adakah barang haram yang telah kita relakan menjadi bagian dari darah kita saat ini? Dan atau mungkin bukan hanya kita, jangan- jangan suapan dosa itu telah kita suguhkan kepada anak- anak kita?
Menghadirkan neraka sebagai bagian dari sarapan pagi anda dan keluarga, tentu saja bukan mencerminkan cita rasa yang baik dari orang tua yang pantas diteladani.Bagaimana mungkin orangtua yang baik bisa begitu egois. Egois? ya, keegoisan orang tua yang dengan kesenangan dan kepuasan pribadinya telah mengumpulkan harta haram, yang kemudian memenuhi perut anak- anak terkasih yang jelas- jelas tidak tahu menahu tentang tingkah polah ayah ibunya.Parahnya lagi, jika hal itu disampaikan orang lain sebagai nasehat bagi mereka, sejuta dalih atas dasar tanggung jawabpun mengalir dari mulut agar terbuka jalan pemakluman orang lain atas dirinya. Bagaimana mungkin orang tua teladan akan bangga mengajak anak- anak untuk secara berjamaah ngemil kerikil neraka sebagai rutinitas harian dan kudapan favorit mereka? Tentu saja kita berharap kepada Allah agar melindungi kita dari menjadi hambanya yang tergambarkan seperti hal tersebut diatas.
untuk mendapat rizki halal atau haram bukanlah tentang idealisme dan atau sekedar jargon- jargon tak berguna. Kesemua itu adalah pencerminan kualitas orang tua sebagai seorang hamba. Jangan anggap remeh sebuah pilihan, karena hitungan Allah yang sangat maha akurat dalam segala hal, akan memberikan balasan atas apa yang kita pilih dengan sangat tepat pula.Saat ini, besok, didunia, ataupun diakherat, cepat atau lambat, layaknya bumerang balasan itu akan kembali menimpa kita. Benar- benar tidak ada yang gratis apalagi tertebus dengan cuma- cuma untuk sebuah kejahatan ataupun kebaikan. Semua akan menuai balasannya sendiri- sendiri sesuai dengan kadarnya.
Usia kita akan menua, dan kita tidak akan tahu apa yang akan Allah rencanakan dalam episode penempuhan jalan itu. Beberapa orang sengaja menunggu umur senja mereka untuk memanen tangis penyesalan. Sebagian dari mereka mungkin tak sadar atas proses menunggu itu, dengan membiarkan diri lalai terus menerus dalam dosa. Hal itu sama saja mereka membangun jalan takdir mereka selanjutnya. Dan kapan tepatnya episode kesedihan itu akan terjadi, tentunya itu hanya masalah waktu saja.
Saat mata sudah buram untuk melihat, saat lutut tak mampu menopang penuh badan untuk melangkah, dan atau malah justru saat harta yang seumur hidup dikumpulkannya tenyata tak lagi mengakrabinya. Apalagi yang mampu dicapai saat itu, kecuali dengan rahmat Allah subhanahu Wata`ala yang kembali merengkuh kita dalam sebuah kebahagiaan. 
Hanya hati yang penuh kesyukuran yang akan dengan gagah berani menatap kenyataan dan memandang langkah takdir berikutnya sebagai perjuangan.Bagi pribadi seperti ini,kekurangan dipandang sebagai tantangan yang dengan ijin Allah akan selalu bisa ditaklukkan.

Perjuangan menghadiahi keluarga dengan hidangan kesenangan dalam rizki yang halal, walaupun dalam keterbatasan, akan menjadikan anda kebanggaan keluarga. Keselamatan dunia akherat yang anda bangun atas keluarga, menjadikan anda sebagai harta yang tak ternilai bagi keluarga, sangat lebih bernilai, bahkan lebih dari nilai harta yang telah anda berikan untuk mereka.

(Syahidah)

Jumat, 15 April 2011

MENGHIDUPKAN USAHA DA’WAH

Paulus dan Barnabas memberi nama "Kristen" terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M.

Agama kristen muncul sekitar tahun 42 M.

Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.' (Kis 11:26)

Pada tahun 325 M kaisar kontantin mengadakan konsili Nesea di Nesea. Yang memutuskan bahwa Yesus adalah Tuhan yang sebelumnya Yesus tidak pernah dinyatakan sebagai Tuhan. Mulai dari tahun 325 M inilah Yesus dianggap sebagai Tuhan.

360 patung mengelilingi Ka’bah. Didepan Ka’bah pun manusia berzina. Tempat yang paling mulia diatas permukaan bumi ini pun akan menjadi tempat maksiat kalau usaha dakwah ditinggalkan.

Jarak antara Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW sekitar 600 tahun. Selama 600 tahun dakwah tidak ada sama sekali. Apa yang terjadi…? Terjadi 3 perkara besar yaitu :

1. Munculnya agama baru “Kristen”

2. Nabi Isa AS diangkat menjadi Tuhan

3. Datangnya zaman jahiliyah (Zaman yang paling rusak dipermukaan bumi ini)

Solusi dari masalah ini, Nabi Muhammad SAW telah buat Dakwah di Kota Mekkah dan Madinah sehingga zaman jahiliyah menjadi zaman Khairul kurun. Dari zaman yang paling buruk menjadi zaman yang paling baik. Asbab dihidupkannya kembali usaha dakwah.

Menjelang akhir hayatnya Rasulullah SAW mengirim satu jema'ah besar keluar kota Madinah dipimpin seorang panglima yang masih sangat muda, anak dari seorang bekas budak hamba sahaya yang kemudian menjadi anak angkat Beliau, Usamah bin Zaid r.ahuma. Belum sampai ke tujuan Jema'ah tersebut mendapat berita tentang wafatnya Baginda Rasulullah SAW. Akhirnya diputuskan jema'ah tersebut kembali ke Madinah.

Usaha dakwah terhenti sebentar (dalam satu riwayat 7 hari), jema'ah yang dipimpin Usamah ra. belum diberangkatkan. Apa yang terjadi…? Terjadi 3 perkara besar yaitu :

1. Tentara Romawi dan sekutu-sekutunya mau menyerang Madinah

2. Banyak orang kembali murtad dan sebagian tidak mau lagi membayar zakat.

3. Munculnya Nabi palsu, Musailamah al Kahzab.

Tentara Romawi dan sekutu-sekutunya mengirim suatu kekuatan besar untuk membumi hanguskan Madinah dan seluruh orang Islam. Abu Bakar ra. memutuskan untuk segera mengirim kembali jema'ah yang sempat tertunda untuk menghadapi tentara kafir dengan tetap dipimpin oleh Usamah ra. Ada sebagian sahabat yang merasa keberatan dan ingin agar Usamah ra. dapat diganti dengan sahabat yang lebih berpengalaman tapi Abu Bakar ra. berkata,

"Belum lama jasad Rasulullah SAW dikebumikan, sekarang kalian hendak mengubah satu Sunnahnya"!

Jema'ah tersebut tetap dipimpin oleh Usamah bin Zaid r.anhuma. Semua sahabat yang tidak ada uzur diperintahkan untuk menyertai jema'ah tersebut. Amirul Mukminin, Abu Bakar ra. meminta kesediaan Usamah ra. untuk membolehkan beberapa sahabat tetap tinggal di Madinah untuk tugas-tugas lain. Khalid bin Walid ra. ditugaskan memimpin 500 orang untuk menghancurkan Musailamah al Kahzab, Umar ra. ditugaskan memimpin 50 orang untuk menhadapi mereka yang tidak mau membayar zakat. Sehingga tinggallah di kota Madinah orang-orang tua dan Abu Bakar ra. sebagai Amirul Maukminin untuk mengendalikan keadaan di Madinah. Seorang sahabat lagi bertanya kepada Abu Bakar ra. berkata "Wahai Amirul mukminin kalau semua kita menyertai jema'ah ini bagaimana keadaan kota Madinah yang di dalamnya ada Ummahatul mukminiin, istri-istri Rasulullah SAW". Abu Bakar ra berkata,

"Aku lebih rela istri-istri nabi diserang musuh dan bangkainya dicabik-cabik serigala daripada agama dan usaha agama ini terhenti".

Akhirnya Jema'ah tersebut diberangkatkan dengan dilepas sendiri oleh Amirul Mukminin Abu Bakar ra. Di Madinah, semua sahabat yang uzur diperintahkan untuk membuat 'amalan masjid. Mengisinya dengan Da'wah menjumpai orang-orang di Madinah yang keyakinannya goyah atau telah keluar dari Islam untuk dapat kembali kepada Islam. Mereka kemudian diajak ke Masjid Nabawi untuk duduk di dalam majelis dan dibangkitkan semangatnya kembali serta memperbanyak 'amal ibadah dan berdo'a memohon bantuan Allah SWT. Sebagaian lagi diberi tugas untuk melayani tamu-tamu yang datang dan menyiapkan segala keperluan jema'ah masjid.

Dari usaha dan kerja di Masjid Nabawi tersebut alim ulama menerangkan terbentuk beberapa jema'ah da'wah yang dikirim ke kawasan yang berdekatan dengan Madinah, menjumpai setiap orang yang berada di kabilah terdekat untuk kembali kepada Islam dan Iman. Sehingga di dalam suatu riwayat selama tiga hari-tiga malam di kota Madinah tidak terdengar suara adzan.

Kembali kepada Jema'ah yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid ra. Selama perjalanan untuk menghadapi tentara kafir mereka telah berhenti beberapa kali. Alim ulama menerangkan bahwa Usamah ra. telah memerintahkan jema'ah tersebut untuk berhenti dan membongkar segala perlengkapan dan memasang tenda dan berbagai keperluan lainnya. Ketika semua telah selesai, ia, Usamah ra. memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan. Semua sahabat r.ahum tha'at. Mereka segera membongkar tenda mengumpulkan segala perbekalan dan sebagainya. Di tempat yang lain Usamah ra. memberikan perintah yang sama sehingga beberapa kali jema'ah tersebut membongkar memasang dan membongkar lagi perbekalan serta tenda mereka.

Walaupun pada zhahirnya terlihat seperti tidak teratur dan tidak terorganisir akan tetapi dengan ketha'atan kepada Amir dan bergeraknya mereka tersebut fii sabilillaah. Allah SWT telah tanamkan kembali di dalam hati musuh Islam ketakutan terhadap ummat Islam. Tentara Romawi dan sekutunya menjumpai bekas-bekas perkemahan dan barang-barang perbekalan sahabat r.ahum dapat menghitung berapa kekuatan pasukan Muslimin. Di tempat yang lain mereka menjumpai tanda-tanda bahwa di tempat itu juga sepasukan yang besar pernah berkemah. Sehingga akhirnya tentara musuh Islam tersebut berkesimpulan kalau dengan jumlah sahabat r.ahum sedemikian besar yang berada di luar Madinah maka pasti jumlah yang lebih besar lagi ada di dalam Madinah. Dan mereka memutuskan untuk mundur karena mereka yakin mereka tidak akan menang menghadapi orang Islam. Begitu juga Musailamah al Kahzab dan pengikutnya beserta benteng di Yamamah yang telah didirikannya akhirnya dapat di hancurkan.

Tiga perkara besar yang terjadi akibat usaha dakwah terhenti sebentar akhirnya dapat dikembalikan. Orang-orang kembali kepada Islam dan mau membayar zakat, Allah SWT tanamkan kembali ketakutan di dalam hati musuh Islam dan Allah SWT hancurkan nabi palsu. Jadi, solusi dari permasalahan ini hanya usaha dakwah dihidupkan kembali.

15 abad nabi SAW telah berpisah dengan kita.  Selama itu pula usaha dakwah telah terhenti (Dalam pandangan secara global). Walaupun masih ada sekelompok kecil ulama dari generasi ke generasi yang masih buat usaha dakwah.

15 abad usaha dakwah telah ditinggalkan. Apa yang terjadi…?

1. Maksiat meraja lela dimana-mana

2. Manusia sudah enggan membayar zakat

3. Munculnya agama baru

4. Munculnya Nabi palsu

5. Ummat islam dihinakan

6. Bencana alam

7. Pembunuhan dan perzinaan

8. Sejuta permasalahan ummat yang kita hadapi sekarang

9. Kejahatan-kejahatan ummat terdahulu dikumpulkan kepada ummat akhir zaman.

Solusi dari semua permasalahan ummat akhir zaman akan selesai. Sebagaimana jalan yang ditempuh oleh Nabi SAW dan para sahabat. Yaitu : “MENGHIDUPKAN KEMBALI USAHA DAKWAH”

Imam Malik rah.a berkata :

“Tidak ada cara yang terbaik dalam memperbaiki Ummat saat ini selain cara yang digunakan Rasullullah SAW pada kurun waktu awal Islam”

Insya Allah

Jadikan dakwah maksud hidup kita

3 hari, 40 hari dan 4 bulan