Da'wah Ilallah

Senin, 09 Agustus 2010

Ketabahan seseorang untuk mempertahankan keimanannya

Shuhaib r.a. berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w.: Da­hulu ada seorang raja yang mempunyai seorang ahli sihir, maka ketika telah tua, ia berkata kepada raja: Kini aku telah tua, karena itu kirimlah padaku seorang pemuda yang dapat mempelajari ilmu sihir, supaya dapat menggantikan kedudukankudi sisi raja, jika saya telah meninggal dunia. Ma­ka raja memilih seorang permuda untuk belajar ilmu sihir kepada ahli sihir itu.

Dan kebetulan di jalan yang dilalui pe­muda itu, ada seorang Rahib; maka tertariklah ia kepada Rahib itu, maka ia duduk mendengarkan ajaran-ajarannya, dan merasa puas pada ajaran Rahib itu hingga terlambat datang ke tempat Sahir itu, dan ia dipukul oleh Sahir itu.

Akhirnya ia mengeluh pada Rahib. Berkata Rahib: Jika engkau takut dipukul Sahir, katakan: Bahwa kau masih ditahan (disuruh) oleh ibumu, dan jika kembali terlambat katakan: “Ditahan oleh Sahir”. Maka berjalanlah ia dengan baik keadaaanya, sehingga terjadi pada suatu hari, ketika ia pergi mendadak di tengah jalan ada binatang besar yang menyebabkan orang?orang terhenti, tidak berani berjalan. Maka di situlah pemuda itu berkata: Hari ini aku akan mengetahui, Sahirkah yang lebih baik ajarannya ataukah Rahib? Maka ia mengambil batu sambil berkata: Ya Allah jika ajaran Rahib lebih Kau sukai daripada ajaran Sahir, maka bunuhlah binatang buas ini, supaya orang?orang dapat berjalan.

Kemudian dilempar batu itu, dan seketika itu juga matilah, hingga orang?orang dapat berjalan dengan aman. Maka ia memberitahukan kejadian itu kepada Rahib. Berkata Rahib: Anakku engkau kini lebih utama daripadaku, dan kau nanti akan mendapat ujian (bala’), maka apabila engkau mendapat bala’, janganlah kau tunjuk saya. Kemudian pemuda itu telah mendapat karunia dari Allah hingga ia dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama yang biasa dikatakan oleh manusia: Tidak dapat sembuh, seperti: buta, belang dan lain?lain penyakit.

Maka ada seorang kawan raja sakit mata hingga buta, dan telah ber?ikhtiar kemana-mana tidak juga sembuh. Kemudian datanglah ia kepada pemuda itu dengan membawa hadiah-hadiah yang banyak sekali, sambil berkata: Jika kau dapat meyembuhkan penyakitku, maka dapatlah saya mengumpulkan segala apa saja untukmu. Jawab pemuda itu: Saya tidak dapat menyembuhkan, tetapi Allah yang menyembuhkan, jika kau percaya kepada Allah, maka saya akan berdo’a dan Allah akan menyembuhkan kau. Maka segeralah orang itu percaya kepada Allah kemudian dido’akan oleh pemuda itu, dan seketika itu juga sembuh (dapat melihat).

Kemudian ia pergi ke majlis raja, maka kagumlah raja me­lihat sembuh kembali, raja bertanya: Siapakah yang meyembuhkan matamu? Jawabnya: Tuhanku. Raja bertanya: Apakah kau percaya pada Tuhan selain aku? Jawabnya: Tuhanku dan Tuhanmu (Allah). Maka segera ia disiksa oleh raja supaya kembali kepada agama raja itu, tetapi ia tidak berubah imannya, dan raja terus menyiksa padanya sehingga akhirnya menunjuk kepada pemuda itu. Lalu dipanggil pemuda itu, dan ditanya oleh raja: Hai anakku sihirmu telah melampaui batas sehingga dapat menyembuhkan orang buta dan belang? Jawab pemuda: Sesungguhnya saya tidak dapat menyembuhkan seorangpun, hanya Allah yang menyembuhkan. Maka segera disiksa oleh raja, hingga terpaksa ia menunjuk Rahib.

Kemudian dipanggil Rahib dan diperintahkan supaya meninggalkan agamanya. Tetapi Rahib tetap menolak perintah raja lalu diambilkan gergaji dan diletakkan di atas kepalanya dan digergaji hingga terbelah dua badannya. Kemudian tibalah giliran yang kedua ialah teman raja itu, maka diperintahkan juga untuk meninggalkan agama Tuhan, inipun menolak perintah raja, yang akhirnya ia juga menerima hukuman gergaji dari atas kepala hingga terbelah menjadi dua. Kemudian didatangkan pemuda itu dan diperintahkan untuk meninggalkan agama Tuhan, ini juga menolak tawaran raja. Maka raja memerintahkan kepada tentaranya supaya membawa pemuda itu ke atas bukit, dan di sana ditawarkan kepadanya untuk melepaskan agama Allah, dan kalau ia tetap menolak maka lemparkan ia dari atas bukit supaya mati.

Kemudian ketika telah sampai di puncak bukit, pemuda itu berdo’a: ALLAHUMMAK FINIIHIM BIMA SYI’TA (Ya Allah hindarkan aku dari bahaya mereka ini sekehendakMu). Mendadak seketika itu bergeraklah bukit sehingga jatuhlah semua tentara raja itu. Dan kembalilah pemuda itu kepada raja. Ditanya oleh raja: Kemana tentara yang membawa kamu? Jawabnya: Allah telah menghindarkan saya dari mereka.

Kemudian raja memerintahkan beberapa tentara yang lain untuk membawa pemuda itu naik perahu dan apabita telah berada di tengah?teagah laut supaya ditawarkaa lagi kepadanya untuk meninggalkan agamanya, dan apabila menolak akan dilemparkan ke laut. Kemudian sesampainya di tengah laut pemuda itu berdo’a: ALLAHUMMAK FINIIHIM BIMA SYI’TA (Ya Allah hindarkan aku dari bahaya mereka itu sekehendakMu), maka terbaliklah perahu itu sehingga tenggelamlah semua tentara itu. Maka pergilah pemuda itu kepada raja: kemana tentara yang membawa kamu? Jawabnya: Allah telah menghindarkan aku dari mereka.

Maka pemuda itu berkata: Hai raja kau tiada dapat membunuh aku kecuali jika kau menurut perintahku. Bertanya raja: Apakah perintahmu? Jawab pemuda itu: Kumpulkan orang?orang (semua rakyat) dalam suatu lapangan, kemudian gantunglah saya di atas sebuah tiang, dan ambillah anak panahku dari tempatnya, serta letakkanlah pada busurnya, kemudian bacalah: BISMILLAH RABBIL GHULAM (Dengan nama Allah, Tuhan pemuda ini) lalu lepaskan anak panah itu kearahku. Bila kau lakukan yang demikian itu niscaya dapatlah kau membunuhku.

Maka segeralah raja mengumpulkan semua rakyat di suatu lapangan, kemudian digantung pemuda itu di atas tiang, dan diambilnya anak panah serta diletakkannya pada busurnya, lalu membaca: ­BISMILLAHIRABBILGHULAM (Dengan nama Allah, Tuhan pemuda ini), lalu di­lepaskannya anak panah itu kepeda pemuda itu tepat menge­nai pelipisnya. Kemudian pemuda itu meletakkan tangannya di atas luka yang kena panah itu hingga mati.

Maka serentak orang?orang yang menghadiri kejadian itu berkata: AAMAN­NA BIRABBIL GHULAM (Kami percaya pada Tuhan pe­muda itu), sehingga kepercayaan kepada Allah merata pada semua lapisan rakyat. Kemudian disampaikan kepada Raja. Tahukah kau yang tadinya kau kuatirkan, kini telah terjadi, semua rakyatmu telah percaya kepada Tuhannya pernuda itu. Maka segera raja memerintahkan membuat parit besar pada tiap?tiap persimpangan jalan, kemudian dinyalakan api di dalamaya, dan siapa yang berjalan diperintahkan untuk meninggalkan agamanya, serta kembali kepada agama raja, sedang yang menolak dibakar didalam api.

Setelah dilaksana­kan hal yang demikian itu, terjadilan diantara sekian banyak orang yang disiksa itu, ada seorang wanita yang membawa bayinya, ketika ia diperintah untuk meninggalkan agamanya,  ia menolak kemudian pada waktu bayinya ditarik untuk dimasukkan ke dalam api, tiba-tiba ibunya akan menyerah karena tidak sampai hati melihat bayinya akan dibakar, namun dengan mendadak si bayi itu dapat berbicara: Hai ibu sabarlah, sungguh kamu dalam kebenaran (hak). (HR Muslim)

Contoh kesabaran dan ketabahan hati dalam mempertahankan iman dan kebenaran yang tiada tara bandingnya, dan demikianlah seharusnya tiap orang mu’min yang benar-benar percaya kepada Allah, dan iman belum diakui benar oleh Allah sebelum mengalami ujian kesungguhan dan kebenarannya.

[Sumber: Kitab Riyadhush Sholihin]

Abdul Qahhar Wrote:

Salam ukhwah, saya agak terlewat membaca blog ini mungkin. tapi, saya sudah pun membaca sebahagian besar artikel dalam blog ini.

dah sekian lama saya mencari jawapan kepada persoalan dan tomahan kepada usaha tabligh ini sebenarnya. sebab adalah tak adil jika tidak mendapatkan keterangan dari pengiat tabligh sendiri berkenaan tomahan tersebut.

rata-rata, sikap ahli tabligh yg tidak mahu membicarakan perihal isu dan tomahan ttg tabligh menjadikan org luar susah untuk menerima gerak kerja Tabligh ini.

setelah membaca blog ini, kebanyakkanya persoalan dalam diri saya telah terjawab berkenaan dengan perihal tabligh dari hukum syarak dan menjwab fatwa2 yang terlibat.

kami berharap pihak tuan dapat kembali aktif dlm blog ini untuk terus menerus memberikan kefahaman ttg JT ini sendiri.

harapan dari semua pihak agar semua jemaah dapat bersatu di atas nama Islam, dan berharap agar pimpinan tabligh turut mengesa ahli untuk belajar menerima bezanya jemaah Islam lain pula…

Maradhatillah

Sdr. Abdul Qadhar Yang dimuliakan Allah swt,

1. Para Ulama yang awal-awal terjun dalam usaha da’wah ini merupakan orang-orang yang hafidz dan juga alim dalam urusan ilmu hadits serta bidang ilmu Al-Islam lainnya. Maulana Ilyas Rah mengetahui juga perihal adanya pandangan kritis terhadap usaha da’wah ini, tetapi beliau tidak memberikan pandangan berimbang terhadap pandangan tersebut. Tentunya bagi beliau, apalagi yang mengangkat kembali usaha da’wah ini wujud, mempunyai pertimbangan-pertimbangannya.

Maulana Yusuf Rah juga mengetahui hal ini, beliau adalah seorang ahli hadist dan kita bisa mendapatkan karya beliau yang berkaitan dengan syarh hadist beliau yang dalam terhadap kitab hadits yang disusun Imam Thahawi Rah. Beliau sebagai orang alim, hafidz, dan juga penanggung jawab, serta juga penulis kitab, tentunya beliau perlu memberikan jawaban terhadap pandangan kritis, maka beliau menulis buku “Hayatush Shahabat”.

Kitab ini merupakan pensarian, terhadap topik-topik yang banyak diperbincangkan kaum muslimin terhadap usaha da’wah, sehinga beliau menjelaskan bahwa jika berkeinginan memahami usaha da’wah ini dengan baik maka hendaknya selalu berhubungan dengan sirah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA. Sirah-sirah ini tersebar dalam berbagai kitab, tidak hanya dalam kitab sirah itu sendiri. Bahkan dalam kitab hadist dan tafsir saja terdapat sirah.

Maulana Yusuf Rah mempersilahkan kepada siapapun, termasuk kepada kaum muslimin yang terlibat dalam usaha da’wah dan tabligh sendiri, untuk menggali secara ILMIYYAH yang berkaitan dengan usaha da’wah. Dan kami sangat setuju dan senang, karena itu memberikan kelonggaran berpikir dan tidak menjadikan kaum muslimin yang terlibat sendiri menjadi katak dalam tempurung. Semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mendalami.

Artinya bagi kita sendiri, termasuk kami, perlu banyak memperlajari sirah Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dan para Shahabat RA. Allah swt dengan tegas dan jelas menjelaskan perihal ini, hanya saja kita kaum muslimin kurang memperhatikan dengan baik.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS Yusuf (2): 111)

Al-quran banyak sekali bercerita sirah, bahkan termasuk dialog yang penting antara Allah swt dengan para malaikat sendiri tercatat dengan baik, termasuk pembangkangan Iblish La’natullah.

2. Sekarang ini sebenarnya telah banyak Ulama yang memberikan pandangan tertulis secara baik terhadap pandangan-pandangan yang tidak tepat, dan terdapat juga Ulama ini dari kalangan Ulama Arab sendiri. Bahkan kami telah mendapatkan beberapa tafsir ayat dari yang disampaikan dengan baik oleh seorang Dr. ahli tafsir, yang berkaitan dengan usaha da’wah ini. Penjelasan seperti ini disertai dengan perjalanan para Shahabat RA sendiri, sehingga beliau tetap mengikuti pola tafsir yang telah banyak ditulis para Ulama sebelumnya.

Tulisan-tulisan ini masih di kalangan masyarakat berbahasa Arab. Sehingga tentunya pertumbuhan ILMIYYAH ini akan terus tumbuh dengan sendiri. Karena sebenarnya sumber-sumber Al-Islam sudah begitu luas dan banyak yang ditulis para Ulama sebelumnya, seperti para Imam Mhadzab, para Imam Hadits, dsb.

Kami sering dinasehati sebelum mengenal usaha da’wah ini untuk selalu belajar Al-Islam. Itulah mungkin yang kami tidak pernah berhenti mencari dan mengkaji, apalagi para Ulama da’wah sering menekankan untuk meningkatkan ‘Jiwa Thalab’. Memang kami sendiri tidak mudah untuk mencari dalil dari sumber-sumber para Ulama yang berkaitan dengan usaha da’wah. Para Ulama da’wah tidak mau memberikan beban atau kesulitan terhadap kaum muslimin, sehingga dibuatlah pola yang sederhana dan setiap lapisan kaum muslimin dapat terlibat dengan baik.

3. Kami bisa bayangkan bagaimana akan sulitnya kaum muslimin, jika para Ulama da’wah ini memberikan dalil-dalil secara detail. Jangan-jangan akan menyulitkan, dan akhirnya tidak produktif bagi kaum muslimin. Dan tentunya orang bijak akan melakukan yang bijak pula. Itulah yang kami senangi dan kagum. Dan kami temukan hal ini dari diri Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.

Dan bahkan kami temukan dari kitab-kitab para Ulama dulu, hanya saja kita kurang memperhatikannya. Sebagai contoh saja, Imam Nawawi Rah beliau ini banyak menulis kitab dengan baik. Kitab-kitab itu memperlihatkan tingkatan bagi kaum muslimin sendiri. Apakah semua orang dapat membaca syarh Imam Muslim dan juga Majmu fatwanya? Tetapi beliau menulisan Riyadhush Sholihin, semua orang akan mudah membacanya.

Bagi siapapun, termasuk ahli da’wah, yang mau mendalami dalil-dalilnya yang berkaitan usaha da’wah dan tabligh, maka perlu meniru dengan baik bagaimana para Shahabat RA ataupun para Imam dalam mencari Ilmu. Jangan hanya mau disuapi saja, tetapi carilah ilmu itu. Kita harus meniru seperti Ibnu Abbas Ra ketika mau mendapatkan satu hadist, sampai beliau harus menunggu berjam-jam di rumah shahabat dikarenakan seorang shahabat ini sedang tidur. Atau seperti Imam Muslim, bagaimana beliau mencari ilmu dari berbagai kalangan dan sumber tentunya.

Sehingga kami mengikuti pesan guru-guru kami untuk terus belajar, dan juga para ulama da’wah yaitu untuk meningkatkan ‘Jiwa Thalab’. Dengan begitu kami akan lebih leluasa, karena tentunya para Ulama da’wah, seperti Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, dsb, bukanlah ulama yang hanya asal-asalan dalam menetapkan kaidah-pola, tanpa melihat dan mempelajari dari sumber-sumber Ulama sebelumnya. Apalagi keduanya terlahir dari keluarga yang 800 tahun tidak terputus keulamaan di keluarganya. Dan hal ini sangat luar biasa.

4. Kalangan kaum muslimin, apakah itu Ulama, ustadz, ataupun penuntut ilmu, yang banyak memberikan pandangan kritis, bagi kami hal itu merupakan anugrah yang tidak terduga. Di sinilah kami banyak bersyukur. Kenapa? Kalangan kaum muslimin banyak mempelajari, menulis dan mensarikan kitab-kitab secara aktif, tentunya tidak akan lepas dari sumber-sumber para Ulama sebelumnya.

Sudah dijelaskan bahwa para Ulama da’wahpun tidak lepas sumber-sumber Ulama sebelumnya, dan mungkin saja mendapatkan sumber yang sama dan tentunya pasti. Misalkan para Ulama tidak mungkin melepaskan diri dari sumber seperti kitab Imam Bukhari, ataupun Imam Muslim, atau Imam Abu Daud. Sehingga secara automatis akan terangkat berbagai sumber dengan baik.

Mungkin sdr. akan mencari dalil perihal sholat Isyraq (yang biasa dilakukan sekitar jam 6-an), mecari dalil ini tidak mudah. Meskipun Maulana Dzakariya Rah menuliskan dalam kitab fadhilah amal, tetapi beliau hanya mensarikannya. Bisa sdr. bayangkan bagaimana kita mencarinya? Karena kalangan kaum muslimin ini aktif menulis, membaca dan mensarikan kitab para Ulama, maka dengan sendiri akan terbentuk dalam bentuk topik-topik dan index. Sehingga akan lebih mudah. Dan kami temukan penjelasannya dengan baik dari kalangan kaum muslimin yang mungkin masih tidak sreg dengan usaha da’wah.

Atau jika sdr. membaca kitab shohih pilihan yang disusun Syeikh Al-Banni Rah, di bagian pertama hadist di bawah nomor 5. Di bagian itu terdapat keterangan perihal tegaknya Al-islam. Dan wujudnya itu akan masuk ke setiap rumah dan lorong. Kira-kira bagaimana mewujudkannya kalau begitu?

5. Dalam menghadapi perbedaan dengan kaum muslimin lainnya kita perlu saling menghormati, tidak perlu meremehkan, tidak perlu menghina, dan tidak perlu mencibirkannya. Itulah Ikramul Muslimin yang sering disampaikan. Tetapi kita harus mempunyai keteguhan dengan keputusan kita sendiri, bahkan kita perlu dapat menjelaskannya secara ILMIYYAH dan HIKMAH. Sehingga tentunya kaum muslimin yang mempunyai pandangan berbeda pandangan itu akan mendapatkan PANDANGAN BERIMBANG secara ilmiyyah dan hikmah.

Apa yang dipesan salah seorang guru kami (sebelum kami mengikuti usaha da’wah) bahwa banyak sekali perbedaan di kalangan kaum muslimin yang memungkinkan menuju pada perpecahan di kalangan ummat, maka kami dianjurkan mendalami kitabnya perbedaan madzhab yang ditulis Ulama dulu. Dari sisi kami melihat hal itu untuk berpikiran yang luas dan ilmiyyah, dan Maulana Dzakaria Rah menulis hanya dalam satu perkara yaitu wudhu saja sudah perbedaan sampai 60. Kenapa dalam ahli da’wah ditekankan untuk tidak membahas Khilafiyyah, karena tidak mudah untuk membahas itu dan tidak banyak orang yang mampu membahas itu. Kalau salah akan mengakibatkan pertentangan tajam di kalangan kaum muslimin.

6. Kami sama seperti sdr. banyak bertanya terhadap usaha da’wah ini. Tetapi kita harus mempunyai ‘Jiwa Thalab’ untuk mencari, membaca, mensarikan dari sumber-sumber Al-Islam yang telah ditulis para Ulama sebelumnya, dan tentunya kita juga perlu banyak bertemu dengan para Ulama sendiri. Tujuan kita bukan untuk mengajak dalam usaha da’wah dan tabligh, TETAPI untuk mencari ilmu al-Islam yang dapat mengarahkan kehidupan kita mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW.

Tidak ada kesuksesan kecuali mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW. Dan itulah para Shahabat RA telah membuktikannya. Maka Maulana Yusuf Rah menjelaskan untuk memahami usaha da’wah ini untuk mempelajari sirah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA, karena beliau-beliau ini yang sudah sukses dan dijamin kesuksesannya. Orang bijak dan berpikiran jauh tentunya akan memilih jalur dari orang-orang yang sukses sebelumnya.

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (QS Ali-Imran (3):31-32)

7. Insya Allah, kami akan berbagi sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Jika ada yang keliru, maka tegurlah kami. Jika ada yang baik, ambilah dan pelajari kembali. Yang benar itu dari Allah swt, dan yang keliru itu dari kelemahan dan kekurangan kami. Kami tidak mempunyai kemampuan memberikan kepahaman, hanya Allah swt yang memberikan kepahaman terhadap usaha da’wah ini. Dan kami masih jauh dan masih banyak belajar dengan usaha da’wah ini. Terimakasih

Karkuzari – Asbab Khuruj 40 Hari dan Khidmat, Hancur Amarah

Karkuzari ini seperti mana yang terdapat di dalam bayan masyaikh (ulama) di Ijtima' Ancol 2007 dengan sedikit perubahan untuk kesesuaian bacaan.

Pembayan mengatakan;

"Hadirin yang mulia, agama yang sempurna belum ada di dalam kehidupan kita. Agama yang sempurna ini akan datang dengan perantaraan usaha. Mereka yang keluar di jalan Allah SWT dan semua orang yang berkumpul di sini atas maksud agama dan semua umat (hanya Allah SWT yang tahu berapa jumlahnya), hendaklah berusaha bagaimana Yakin (iman) ada dalam hati dan meyakini dengan agama sahaja memberi kebahagiaan di dunia dan akhirat. Agama ini meliputi semua bahagian di dalam kehidupan.

Kita keluar di jalan Allah untuk melatih diri. Sunnah yang sudah lama ditinggalkan, kita latih tatkala semasa keluar di jalan Allah. Banyak sunnah-sunnah yang belum ada di dalam diri hingga menyebabkan timbul perasaan takut dan keberatan untuk mendengar dan mengamalkannya. Bukan setakat itu sahaja, bahkan ada yang merendah-rendahkan dan menghina amalan sunnah. Maka tatkala orang keluar di jalan Allah SWT dengan tanpa dorongan dan arahan sesiapa, asbab suasana yang baik, maka dia ada kekuatan untuk mengamalkan sunnah. Salah satu daripada ribuan hikmah adalah supaya mereka yang keluar di jalan Allah boleh mengamalkan agama dengan berada di tengah persekitaran suasana agama.
Tatkala orang yang keluar di jalan Allah SWT, maka dia akan mendapatkan latihan ini. Sehingga semua amal dilakukan sesuai dengan amalan agama. Sekiranya jemaah yang keluar di jalan Allah SWT berusaha mengikuti tertib yang dikehendaki, maka akan mendapat kesan yang sangat besar dan bermanfaat. Mereka pulang setelah keluar di jalan Allah SWT dengan perubahan di dalam kehidupan. Sehingga orang lain yang melihat daripada kejauhan akan mengatakan, "dia sudah berubah". Cara kehidupannya benar-benar ada perubahan.
Ada orang yang sangat pemarah. Isterinya menyiapkan makanan dan menghidangkan di hadapan suaminya. Apabila suaminya merasa makanan itu terlebih garam, maka dia campakkan makanan itu dan dia katakan kepada isterinya, "Kenapa masukkan banyak garam di  dalam makanan ini, tidak dirasa terlebih dahulu?". Apabila sahaja makanan yang dimakannya itu tidak sesuai dengan seleranya, maka akan dicampakkan makanan itu. Sangat pemarah sekali sehingga isterinya ketakutan. Maka setiap hari isterinya memasak dengan ketakutan dan susah payah. Makanan dihidangkan di depan suaminya dengan perasaan takut dan khuatir.
Dengan taufik Allah SWT, dia keluar di jalan Allah selama 40 hari. Maka tatkala keluar 40 hari ini, beberapa kali dia diberikan tugasan sebagai khidmat (menyediakan makanan untuk jemaah). Dia juga duduk di dalam muzakarah adab makan. Di antara pengisian dalam muzakarah adab makan tersebut ialah makanan adalah daripada rahmat dan sudah ditentukan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW sentiasa makan makanan dengan duduk di bawah (lantai, atas tanah). Makan makanan sebagaimana seorang hamba sahaya.
Setelah 40 hari keluar di jalan Allah SWT itu, dia telah berubah dan dia mula sedar bahawa makanan adalah nikmat Allah SWT. Sehingga dia berasa terhutang budi dengan orang yang memasak untuknya. Isterinya sebagaimana biasa menyediakan makanan dan menghidangkannya di depan suaminya. Setelah dihidangkan, isterinya menunggu dengan ketakutan, jika makanan yang disediakan itu tidak sesuai dengan selera suaminya.
Maka suaminya pun makan makanan yang dihidangkan oleh isterinya dengan perubahan yang ada pada dirinya. Makanan ini adalah nikmat Allah SWT. Seandainya Allah tidak memberi makanan, makanan ini pun tidak mungkin akan dperoleh. Dia memanggil isterinya, didudukkan disampingnya. Dia katakan, "makanan ini lazat sekali, 40 hari lamanya saya tidak merasa kelazatan masakan daripada tanganmu. Apa pun yang engkau masakkan untukku dengan tangganmu, lazat semua rasanya." Maka isterinya mendengar dan menangis. Suaminya yang dahulu pemarah kini berubah dan memuji masakannya.
Bagaimana perubahan ini datang? Maka isterinya pun faham bahawa perubahan terhadap suaminya setelah suaminya keluar di jalan Allah SWT, belajar akhlak dan ikram."
download atau dengar bayan ini di Bayan Ijtima Ancol 2

from karkuzaridakwahiman

Asas-asas Usaha Dakwah

Pandangan penulis (Ustadz Muhammad Qosim At-Timori) berkenaan asas usaha dakwah seperti yang terdapat di dalam buku Panduan Khuruj Fi Sabilillah; Jahabersa cetakan pertama 2003.

Azas Usaha Dakwah ini ialah:
1. Usaha melalui individu atau usaha berjamaah dan bukan usaha ijtima besar-besaran. Usaha dakwah ini tidak mengandalkan bayan atau ceramah atau kefasihan dalam berbicara akan tetapi kerja, zuhud. Inilah usaha yang mesti dikerjakan oleh setiap individu, atau mesti dilakukan dalam berjemaah.

2. Usaha melalui hati dan bukan pikiran. Sejauh mana hatimu menangis, sejauh mana hatimu risau atau sejauh mana terbakarnya hati, atau sejauh mana risau runsingnya hati bukan bagaimana pemikiranmu bekerja, atau bagaimana pemikiranmu membuat rancangan, atau bukan bagaimana pemikiranmu membuat rencana atau bukan bagaimana pemikiran filosofi yang tinggi-tinggi untuk mendapatkan gagasan-gagasan.
3. Usaha melalui qadam dan bukan kalam. Azas usaha ini adalah pergerakan kaki dan bukan penamu. Sejauhmana kakimu bergerak, sejauh mana anda bergerak melalui kaki-kakimu. Sebab anda mesti pergi kepada khalayak ramai. Mereka yang sudah datang ke mesjid mereka mencintai agama. Sedangkan mereka yang belum datang ke mesjid belum mencintai agama. Oleh karena itu maksud dakwah adalah untuk orang-orang ini. Jamaah yang sudah datang ke mesjid kita beri ta'lim. Usaha ta'lim dengan duduk dalam majlis. Akan tetapi dakwah dengan terjun ke bawah, kita datang dari orang ke orang, dari toko ke toko, maksudnya sejauh mana anda bergerak dengan kaki-kakimu, karena kerja ini bukanlah kerja 'sastrawan'. Anda harus berenang dalam lautan manusia, menyelam dalam laut dan mendapatkan mutiara-mutiara. Kita berusaha mendapatkan sedemikian orang yang dapat menerima fikir iman dan amal.
4. Usaha melalui Jan dan bukan Mal, usaha melalui diri bukan harta. Mal (harta) adalah keperluan bagi kita, mal untuk kesenangan kita. Sebagai umpama: jika anda hendak menghafalkan surat Fathihah, apakah anda mesti membelanjakan ratusan ribu atau jutaan rupiah untuk menghafal? Tentu tidak! yang diperlukan adalah masa dan kesungguhan. Karena itu tasykil (ajakan) kita adalah orangnya bukan uangnya atau hartanya. Apabila anda hendak mentasykil, seseorang katakan bahwa "kami memerlukan diri anda dan bukan uang anda".
5. Usaha dengan tawadhu dan bukan aninah. Azas usaha dakwah adalah merendah diri dan bukan sombong atau membanggakan diri. Sombong adalah sifat syaitan. Kita mesti merasa tidak ada apa-apanya. Saya ini kecil. Kita mesti merendah. Sebagaimana pohon apabila sarat dengan buahnya maka ia merunduk. Atau seperti timba apabila hendak menimba air, maka harus dicemlungkan. Demikian pula apabila anda hendak merunduk hatinya maka anda akan dapat buat usaha dalam semua kalangan masyarakat, jika tidak anda akan mengalami berbagai kesulitan.
6. Usaha dakwah dengan damai dan bukan perang (bermusuhan). Anda mesti berdamai dengan semua orang baru anda akan dapat buat usaha.
7. Usaha melalui ittihad dan bukan ikhtilaf. Azas usaha dakwah adalah kesatuan dan bukan perbedaan-perbedaan. Anda berusaha menjauhi perbedaan-perbedaan. Banyak perkara yang dapat kita cari yang membawa pada persatuan. Jikalau anda hendak menyatukan umat, maka sedapat mungkin menjauhkan hal-hal yang membawa kepada perpecahan.
8. Usaha melalui musyawarah dan bukan melalui kediktatoran. Musyawarah adalah mengambil usulan (cadangan) atau pendapat sebelum membuat keputusan. Apabila sudah diambil keputusan maka semua bersifat sami'na waatho'na. Tetapi seorang diktator tidak memerlukan musyawarah, tidak memerlukan pendapat orang lain. Dalam perkara-perkara kolektif yang menyangkut ummat, maka musyawarah adalah sangat penting.
9. Usaha melalui amru bil ma'ruf dan bukan nahi anil munkar. Azas usaha dakwah kita adalah yad'una ilakhoir, menyeru kepada yang baik. Sebagaimana enam sifat kita semua ma'ruf. Apabila gelap maka adakanlah lampu. Apabila amal yang baik hidup maka amal-amal buruk akan pergi. Ketika muadzin melaungkan adzan, apa yang ia serukan? Ia tidak membuat larangan-larangan atau jangan buat ini atau itu. Dengan demikian usaha dakwah kita yaitu mengajak manusia: Hai saudara! marilah ke mesjid, mari duduk ta'lim, mari hadir dalam mesyuwarah, mari duduk dalam majlis, mari ikut jaulah, mari ikut keluar khuruj di jalan Allah, inilah dakwah kita. Bayi yang baru lahir memerlukan ASI (Air Susu Ibu) yang segar dari ibunya bukan daging dan buah-buahan.
10. Usul dan bukan Furu. Azas usaha dakwah kita adalah usaha atas akar dan bukan cabang-cabangnya.
11. Azas usaha dakwah kita adalah Qulyah dan bukan Juz'iyah. Hal-hal yang bersifat universal, hukum-hukum yang umum akan diterima oleh semua orang, tetapi hati-hati karena diantaranya terdapat banyak masalah yang membawa kepada khilafiah. Sebagai contoh: mengajak kepada shalat dapat diterima oleh semua orang, tetapi bahasan shalat secara detail terdapat masalah masail.
12. Azas usaha dakwah kita adalah Ijmal dan bukan Tafshil. Ijmal ertinya singkat, tepat, pendek dan bukan tafsir artinya uraian-uraian secara panjang lebar, penjelasan, argumentasi secara mendetail. Usaha dakwah adalah deklarasi (keterangan atau maklumat), karena itu mesti pendek, tepat dan ringkas.
13. Azas usaha kita adalah Tamsir bukan Tanfir. Tamsir artinya kabar gembira dan bukan tanfir artinya kabar buruk, kebencian. Dalam usaha dakwah ini kita sampaikan kabar gembira. Memberitahukan keutamaan-keutamaan, pahala-pahala, fadhilah-fadhilah, menyampaikan perkara-perkara yang manis, supaya semua orang dapat menerimanya. Jangan kita mengkritik, menyakiti perasaan orang lain dan kita mencerca atau melukai.
14. Azas usaha dakwah kita adalah Istidar dan bukan Ishtihar. Istidar maknanya secara senyap-senyap dan bukan Ishtihar artinya propaganda dengan publikasi untuk pamer kehebatan. Maulana Ilyas rah.a berkata: "Sekiranya usaha ini telah berjalan 1000km tetapi kita mesti merasa masih pendek." Usaha ini adalah kerja kerohanian yang berkaitan dengan iman yakin, dan ikhlas. Sifat-sifat ini ada di dalam hati dan bukan untuk kemasyhuran.
15. Azas usaha dakwah kita adalah Akhirat dan bukan Dunia. Setiap orang berfikir untuk memperbaiki kehidupan dunia mereka, kebalikan dari ini dimana semua nabi memberitahu manusia tentang kesenangan akhirat. Setiap orang berfikir bagaimana dunia saya dapat lebih baik, kebalikan dari ini, Da'i berfikir bagaimana akhirat saya menjadi lebih baik.

from: karkuzaridakwahiman

Sabtu, 07 Agustus 2010

Bayan Mufti Luthfi Al Banjari - Ciri-ciri Lelaki

Mufti Luthfi Al Banjari
Musyawarah Indonesia
Mesjid Jami Kebon Jeruk
Jakarta, 10 November 2001
BAYAN SUBUH

 

Allah pencipta segala sesuatu. Segala sesuatu itu tidak ada yang sia-sia Allah ciptakan. Allah tidak pernah salah, dan selalu benar selama-lamanya.

1. Kenapa orang Allah jadikan Miskin ?
2. Kenapa orang Allah jadikan Kaya ?
3. Kenapa orang Allah jadikan laki-laki ?
4. Kenapa orang Allah jadikan perempuan ?
5. Kenapa orang Allah jadikan Sakit atau Cacat ?
Ini semua adalah keputusan-keputusan Allah yang mempunyai Hikmah masing-masing. Orang kaya mempunyai Hikmah dengan kekayaannya. Orang miskin mempunyai Hikmah dengan kemiskinannya. Begitu juga laki-laki, perempuan, dan orang cacat atau sakit. Semuanya punya Hikmah masing-masing.
Allah telah ciptakan manusia sesuai dengan fitrahnya dalam agama. Seperti ikan fitrahnya hidup dalam air, jika diluar air maka ikan ini akan menderita. Walaupun ikan ini diletakkan pada kasur yang empuk atau takhta yang terbuat dari emas, maka ikan ini tetap akan menderita. Tetapi kalau ikan ini diletakkan dalam embar kecil yang buruk dan kotor tetapi ada air maka ikan ini akan bahagia. Begitu juga manusia, kalau tidak ada agama walaupun ia tinggal di istana mewah, dengan perempuan yang cantik-cantik menemaninya, kasurnya empuk dan penjaganya banyak, tetapi tidak ada Agama wujud dalam dirinya maka orang ini tetap akan menderita. Walaupun seseorang bajunya compang camping, Istana gak punya, tidurnya hanya dibawah pohon tanpa kasur, maka ia tetap akan bahagia kalau agama ini wujud dalam dirinya. Seorang utusan Romawi berkata ketika melihat Umar RA tertidur dibawah pohon dengan tenang, ia membandingkannya dengan raja romawi yang tidak bisa tidur tenang walaupun di Istana mewah.
Jika semua ini berjalan sesuai dengan Fitrah maka rahmat akan turun. Kerusakan adalah jika sesuatu yang Allah telah tetapkan fungsinya mau berjalan diluar fungsi. Jika laki-laki ingin jadi seperti wanita dan wanita ingin jadi seperti laki-laki inilah kerusakan.
Ciri pertama laki-laki :
1. Sholat di mesjid : Perempuan sholatnya dirumah
Di dalam Al Qur’an diterangkan hanya laki-laki yang pergi ke mesjid, sedangkan perempuan sholatnya dirumah. Jadi laki-laki yang sholatnya dirumah ini banci. Jika kita mau lihat bangsa ini jantan atau tidak lihat mesjidnya, penuh atau tidak. Jika kita mau menikahkan anak kita, tanya apakah dia sholat di mesjid atau di rumah. Jangan nikahkan anak anda yang nantinya anak dia hanya menjadi ahli-ahli dunia saja. Targetkan menjadi Dai, baru nikahkan.
2. Dakwah : Berani menyampaikan yang Haq dan mengajak orang ke mesjid
Para Anbiya tidak ada yang perempuan, semuanya laki-laki. Jadi tugas dakwah ini adalah tugas laki-laki. Laki-laki yang tidak mau dakwah walaupun ia sholat 5 waktu ini sama seperti laki2x yang mandul atau impotent. Malu menunjukkan kelaki-lakiannya pada orang. Tetapi tidak malu dilihat Allah. Ego yang paling jahat adalah orang yang sibuk beragama sendirian dan tidak peduli orang lain. Dalam riwayat seorang Abid asyik dengan ibadahnya sendirian ketika Allah hendak menurunkan Azab Allah perintahkan dimulai dari Abid itu. Jibril AS bertanya kenapa ? karena si abid tidak pernah merah pipinya atau panas hatinya melihat kedzaliman disekelilingnya.
3. Menepati Janji yang telah diucapkan : Bisa dijaga kata-katanya
Ketika dia mengucapakan kalimat maka ia menyadari bahwa dirinya sudah berjanji di hadapan Allah, maka dia akan sungguh-sungguh menjalankan agama ini. Seorang Sahabat diberikan Ghanimah hasil kemenangan perang umat Islam, tetapi ia malah menangis. Nabi SAW bertanya kenapa ia menangis. Ia menjawab, “saya perang bukan untuk mendapatkan Ghanimah tetapi saya berperang untuk di syahidkan di jalan Allah.” Lalu Nabi SAW bersabda :
“Jika kamu benarkan Janjimu kepada Allah, Maka Allah akan benarkan Janjinya kepadamu.”
Perintah yang paling berat di kota mekah bagi sahabat adalah agar mereka dapat menahan diri mereka dari mengangkat pedang karena ini perintah Nabi SAW. Sama seperti preman yang di hina atau kyainya di hina oleh orang lalu kyai tersebut nyuruh preman itu sabar. Menurut kamu beratan mana bagi itu preman menahan tangannya atau menghujamkan tangannya ke orang itu. Begitulah sahabat yang mereka diperintahkan harus menahan pedangnya.
“ Seseorang tidak akan mampu mengangkat pedang di jalan Allah sebelum ia mampu menahan mengangkat pedang karena Allah.”
Bagaimana Ali RA ketika ia hendak menebas leher musuhnya di medan perang lalu musuhnya meludahi. Ketika itu pula Ali RA meninggalkan musuhnya yang akan ditebas. Melihat hal itu sang musuh mengejarnya dan bertanya kenapa Ali RA tidak jadi menebasnya. Lalu Ali RA menjawab, “Aku tidak jadi menebasmu karena aku takut ketika kamu meludahiku timbul rasa marah sehingga aku takut niatku membunuh karena Allah ternodai oleh nafsu amarahku.”
Yang namanya kemenangan bukannya menebas leher musuh dengan ujung pedang, tetapi yang namanya kemenangan dalam Islam yaitu ketika melihat manusia masuk Islam berbondong-bondong.
Nabi SAW ketika ditodong oleh seseorang dengan pedang, orang itu berkata, “Siapa yang akan meolongmu dari pedangku.” Lalu Nabi SAW menjawab, “ALLAH”, seketika pedangnya jatuh, lalu diambil oleh Nabi SAW dan ditodongkan ke leher si penodong tersebut. Lalu Nabi SAW balik bertanya siapa yang akan menolongmu ? maka orang itu menjawab bahwa nabi ini adalah orang yang berakhlaq baik ia memohon untuk dibebaskan dengan jaminan ia akam berdakwah kepada teman2x kampungnya. Maka dibebaskanlah oleh Rasul SAW sehingga ia masuk Islam dan hidupkan dakwah di kampungnya. Bukan menundukkan leher, tetapi menundukkan hati yang Allah mau.
Ibrahim AS diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya yang paling dicintai, apakah Allah Dzalim ? tidak, karena Allah pingin hati Ibrahim AS hanya tunduk kepada Allah saja. Begitu juga pada Ismail AS, apakah Ismail AS rela ditebas. Jadi ujian ini untuk mereka anak dan bapak agar meluruskan kepada siapa hati mereka harus tunduk. Sehingga ketika Ismail hendak disembelih maka Allah ganti dengan Domba.
Dengan Dakwah nanti Allah hancurkan musuh Islam dengan caranya sendiri :
1. Nyamuk yang lemah mengalahkan Raja Namrud yang besar
2. Air yang menyelamatkan Musa AS tetapi menenggelamkan Firaun
3. Bumi yang menelah Qorun dan harta2xnya
4. Kaum Luth dengan sekali teriakan malaikat, dll
Allah punya banyak cara, dan jika yang dibelakangnya Allah siapa yang mampu mengalahkannya. Dengan Batu saja tank-tank canggih bisa hancur jika Allah dibelakangnya. Yang paling penting kekuatan dibelakangnya, seperti kekuatan dibelakang Nyamuk Namrud.
Ketika Futuh Mekah, orang Quraish khawatir mereka akan ditebas oleh Nabi SAW dan sahabat-sahabatnya. Tetapi apa yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW. Saat semua pedang siap bicara untuk membalas keluarga yang dibunuh, kenangan ketika dihina, diusir, dikucilkan dari mekah. Tetapi apa kata Nabi, “Aku membebaskan kalian sebagaimana Yusuf AS membebaskan saudara-saudaranya.” Siapa yang mampu melakukan demikian ? Hanya Dai yang mempunya rasa sayang kepada umat.
4. Berani Perang di jalan Allah : Hanya laki-laki yang berperang dijalan Allah
Jika tidak berani keluar di jalan Allah ini bukan pejantan, yang pengecut itu adalah orang-orang yang tidak berani meninggalkan harta, anak, dan isteri untuk agama Allah. Bukan orang-orang yang keluar di jalan Allah, ini keliru namanya. orang2x yang takut keluar di jalan Allah perlu ditanyakan kelaki-lakiannya. Orang beriman harus berani berperang dan punya pedang dirumahnya masing2x. Mati dan Hidup ditangan Allah. Jika Allah pingin mati tidak ada seorangpun yang mampu menahannya. Kalau Allah ingin seseorang hidup, walaupun 100 pedang yang dipegang oleh jawara-jawaranya, kalau Allah tidak izinkan maka tidak akan terjadi. Mati atau hidup ini hak patent Allah.
5. Pemimpin di rumahnya : Tegas bukannya takut pada anak dan isteri
Menjadi Pemimpin dirumahnya karena laki2x yang dipimpin wanita dirumahnya ini bukan laki-laki. Laki-laki yang baik adalah yang memimpin wanita, dan wanita yang jahat adalah yang mau memimpin laki-laki. Jangan sampai suami berada dibawah ketiak isteri, sedikit2x musyawarah karena takut. Allah benci ama laki-laki yang takut ama isterinya. Apalagi isteri yang menghalangi suami dari jalan Allah. dahulu kalau Sahabat, istrinya sudah diceraikan jika menghalangi suami keluar di jalan Allah, kisah anak Abu Bakar RA.
6. Menghidupkan Taklim dirumah : Peran Pembimbing Nampak
Kelakian akan nampak jika suami ikut taklim dirumah bersama dengan isteri. Peran laki-lakinya sebagai pembimbing nampak didepan isterinya. Isteri tidak akan bisa melihat kelakian suami jika suami tidak hadir dirumah untuk taklim
Allah berfirman : “ Selamatkan dirimu dan keluargamu dari Api Neraka”
Isteri ikut dalam dakwah dengan dzikir dan risau akan menambah kekuatan dakwah 35 x lebih ampuh minimal. Sebagaimana Aisyah ketika Nabi mengeluh bahwa Sahabat ketika perjanjian Hudaibiyah tidak mau turut kata Nabi. Lalu Aisyah R.ha berkata Sahabat tuli dari mendengar sabda Nabi SAW karena mereka terlarut sedih yang dalam. Mereka risau melihat perjanjian Hudaibiyah yang timpang sebelah. Lalu Aisyah R.ha menyuruh Nabi amalkan saja sabdanya, lakukan saja, karena mereka masih bisa melihat. Setelah dilakukan langsung seluruh Sahabat mengikutinya dengan semangat walaupun sedih. Jadi umat sekarang tuli, hanya lewat amal yang dapat menggugah hati mereka. Isteri seperti inilah yang bisa menjadi asbab hidayah dan menguatkan usaha dakwah kita.
7. Memberi Nafkah : Bukan wanitanya yang kerja
Memberi Nafkah ini adalah kerjanya laki-laki. Nabi SAW pulang perang sampai di rumah ia menyuapkan isterinya. Jangan biarkan isteri yang kerja. Hilang kejantanan suami jika rela membiarkan isterinya kerja. Isteri kerja bisa jadi asbab menjadi pemimpin bagi laki-laki.
Sudah menjadi keputusan Allah siapa saja yang mau bahagia harus jalankan agama secara sempurna baik secara umat maupun individu : laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Seperti Ibrahim AS, istri dan anak disertai dalam perjuangan. Dakwah tidak akan maju jika hanya laki-laki yang mengerjakan kerja dakwah. Semua laki-laki dan perempuan harus ikut berpartisipasi dalam kerja agama dalam rumah, dalam kampus, dalam kantor, dalam segala aspek kehidupan, dari bayi hingga orang tua, dari miskin hingga orang kaya, dari pengangguran hingga pejabat, dari yang bodoh hingga yang pinter, semuanya harus ambil partisipasi.
Agama tidak akan wujud tanpa kerja sama laki-laki dan perempuan. Bukan dalam mencetak anak, ini binatang juga bisa. Bukan dalam membuat rumah, ini orang kafir juga bisa bahkan lebih pandai. Tetapi kerja sama dalam menegakkan Agama. Ketika wahyu pertama kali turun, pertama kali yang ditemui nabi SAW adalah istrinya dulu bukan yang lain. Syetan faham potensi wanita sehingga potensi ini digunakan dalam kerjanya setan.
Kisah seorang setan mengganggu abid dan alim dengan cerita onta masuk ke dalam lobang jarum. Abid gugur karena tidak punya ilmu sedang alim lolos karena dia bilang terserah Allah mau membesarkan lubang jarumnya atau mengecilkan ontanya. Tetapi si Alim ini gugur oleh seorang wanita. Kisah Bal’am ulama yang mampu membuat taklim di awan dan ilmunya katanya bisa menggetarkan Arasy Allah. Namun celaka karena seorang wanita dan kesabaran setan dalam menyesatkan bal’am melalui seorang wanita. Kejahatan wanita ini bisa melebihi dari 1000 laki-laki jahat, namun kebaikan wanita ini dapat melebihi 70 laki-laki sholeh. Potensi wanita dapat mempercepat laki-laki masuk surga dengan 70 kali kecepatan. Apalagi bagi istri yang disertakan dalam dakwah.
Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW umatnya banyak karena istri mendukung perjuangan agama dan di ikut sertakan. Nabi Nuh AS cuman dapet 83 pengikut dari 950 tahun umurnya. Nabi Luth bahkan tidak ada sama sekali karena istri menentangnya. Untuk itu penting kita buat usaha diantara kaum wanita. Rusaknya laki-laki karena rusaknya wanita, rusaknya anak karena rusaknya ibu sebagai pemimpin ketika suami tidak ada. Kita perlu bawa istri, anak perempuan kita, ibu kita kedalam fikir agama dan usaha atas agama. Dengan ada kerja sama ini maka Agama akan berkembang dan akan umat akan terperbaiki.

Karkuzari Mimpi & Pengalaman Sheikh Abdur Rahmaan As-Sudais dengan Jemaah

Karkuzari(laporan) ini tertera di ruangan perbincangan sunniforum. Kemudian dihebahkan oleh rakan seusaha kita di Fb. Semoga Allah Swt memberi taufik dan hidayah kepada kita dan seluruh umat Islam untuk memahami dan menghargai usaha/ kerja agama yang mulia ini.


1. Karkuzari Jemaah Khuruj

Satu jemaah di dalam perjalanan khuruj ke United Kingdom, kapal terbang ini berhenti (sementara) di Lapangan Terbang Moscow, Rusia. Seorang daripada kami diputuskan untuk melaungkan azan dan seorang lagi menjadi Imam setelah kami bermesyuarat. Selepas menyempurnakan solat, kami melihat Imam Masjidil Haram, Sheikh Abdur Rahman as Sudais turut bersama-sama kami di dalam solat itu.
Sheikh telah meletakkan tangannya di bahu kami dan berkata, "Antum min Jama'atid Da'wah?" (Adakah anda semua daripada jemaah da'wah?') Kami menjawab, "Alhamdulillah, kami sedang berada di jalan Allah, dan kami berhenti di sini buat sementara waktu (transit ke UK)."
Sheikh senyum kepada kami dan berdoa dan berkata; "Di dalam dunia ini yang penuh dengan kemungkaran, tiada jemaah yang dilihat membawa kebaikan seperti kamu semua lakukan."
Allah Swt telah memberi Sheikh kecintaan kepada kami, sehingga beliau telah memberi kad nama beliau kepada kami dan berkata, "Bila-bila sahaja kamu datang ke Mekah untuk Haji, umrah atau apa sahaja, temuilah saya."
Selepas beberapa lama daripada peristiwa itu, beberapa orang daripada jemaah itu pergi ke Mekah. Mereka hendak berjumpa dengan Sheikh tetapi pengawal keselamatan telah menghalang mereka. Namun, selepas menunjukkan kad yang diberi oleh Sheikh, mereka membenarkan jemaah itu berjumpa dengan Sheikh.
Sheikh Abdur Rahman as Sudais memeluk mereka dan mengalu-alukan ketibaan jemaah itu, dan memperkenalkan jemaah dengan ulama-ulama besar di sana dan berkata, "Kami adalah Imam-Imam bagi dunia ini dan mereka (jemaah itu) adalah Imam kami, kami pernah bersolat di belakang mereka."
2. Karkuzari Mimpi
Pada suatu malam, Sheikh Abdur Rahman Sudais, Imam Masjidil Haram melihat Rasulullah s.a.w di dalam mimpinya. Di dalam mimpinya itu, satu jenazah sedang diangkat dan Rasulullah s.a.w sedang menunggu jenazah itu. Sheikh Sudais bertanya jenazah siapakah itu, dan Rasulullah s.a.w berkata kepadanya bahawa jenazah itu adalah jenazah Umar Palampuri daripada al-Hind (benua India).
Selepas bangkit daripada tidurnya, Sheikh Sudais mencari-cari siapakah Umar Palampuri dan mendapat tahu bahawa Umar Palampuri adalah seorang Maulana besar di dalam Jemaah Tabligh dan baru sahaja meninggal dunia. Kemudian, beliau menulis satu surat takziah kepada anak Maulana Umar Palampuri, Maulana Yunus, di mana beliau telah meriwayatkan mimpi beliau itu.
Maulana Yunus Palampuri kemudiannya telah membaca surat daripada Sheikh Sudais kepada saudara-saudara Arab yang berada di perhimpunan di Nizamuddin, Delhi. Salah seorang daripada saudara Arab yang hadir di perhimpunan itu meriwayatkan kisah ini kepada bapa saya, dan daripada saya kini telah sampai kepada kamu sekalian.
Rakan-rakan seusaha di fb dalam perbincangan karkuzari ini, ada memberi karkuzari bahawa Syeikh As-Sudais pernah menghadiri Ijtima Tonggi dan pernah khuruj 40 hari ke Afrika. Boleh ke pautan nota Hanif.
Beberapa kisah Maulana Umar Palampuri di blog Ustaz Hambali - Maulana Umar Palampuri rah
Wallahu a'lam.

From: karkuzaridakwahiman

Rabu, 04 Agustus 2010

Iman Islam

Assalamualaikum wr wb

Postingan senada ini sebetul sudah saya muat disini, tetapi untuk mempertegas postingan sebelum ini, maka saya posting ulang lagi dengan beberapa updating disana sini, untuk kenyamanan memahaminya. penjelasan ini bukan untuk memaksakan pendapat pribadi saya. tapi bagaimana sama sama memahami. dan saya akan terus berusaha menjelaskan, sampai kapan? mungkin akan berlanjut sampai saya mati, sampai anak cucu saya, sampai hari kiamat, sampai semua sama sama memahami.

Postingan ini juga saya buat atas rasa prihatin atas kecenderungan Ummat akhir zaman yang terjebak dalam penggunaan akal (logika) yang tidak pada tempatnya.

Juga sebagai niat baik untuk menjawab kerisauan hati saudara saya, adik saya, yg jauh di Banjar Baru sana, juga yang di Cianjur sana, semoga bermanfaat.

—————————-

………………. Ummat manusia saat ini sering terjebak perasaan pintar pemberian ALLAH yang ada pada dirinya , merasa punya logika paling hebat, terjebak perasaan bahwa segala sesuatu ini terjadi karena dia pintar, karena dia yang punya logika, tidak ada campur tangan ALLAH padahal sesungguhnya keadaan Ummat saat ini jauh lebih bodoh, lebih jahiliyah, melebihi dari pada bodoh dan jahilnya Kaum Quraisy di zaman ketika Rasulullah Saw pertama kali mendakwahkan Islam. Dan manusia saat ini bahkan hampir berada pada derajat terendah mendekati hewan.

Diumpamakan orang orang kafir adalah seperti Handphone canggih tanpa kartu Chips, bentuk nya bagus, teknologinya mutakhir, tapi tak ada koneksi ke jaringan telepon. Handphone nya memang mahal tapi fungsi nya tak lebih dari sebuah calculator atau mainan biasa.
Ummat Islam sekarang ini seperti ini Handphone Butut yang memiliki kartu Chips, tapi tak punya pulsa, ada koneksi kejaringan, tapi tak bisa buat komunikasi apa apa, bahkan untuk mengirim 1(satu) SMS sekalipun.

Ummat Islam saat ini seperti orang tak punya pulsa tapi bergaya sedang menelepon, gaya nya seperti sedang menelepon sesuatu yang sangat penting, padahal cuma pura pura menelepon atau mendengar instruksi pengisian pulsa dari operator yang memang gratis ga perlu pulsa..


Ummat Islam saat ini seperti seorang anak muda yang sangat piawai dalam menulis SMS, pintar merangkai kata-kata manis dan indah untuk sang pacar, tetapi sayang SMS nya nyangkut di dalam out box, karena dikirim lewat handpone yang tak punya pulsa. Begitulah nasib Ummat Islam sekarang, kata kata dalam Doa dan Dzikir nya bagus bagus tetapi hakekat Doa dan Dzikir itu tidak naik kelangit. begitulah nasib Ummat Islam sekarang

Logika nya cerdas, tetapi IMAN nya lemah.

————————-

Begitulah bunyi Tausiah Kultum, yang dibawakan seorang ustadz beberapa saat sebelum Sholat Tarawih di Musholla Baitunnur, pada hari terakhir menjelang Romadhon berakhir.

Ustadz yang cerdas bisik hati saya…

Orang kafir secara dzahir memang sepertinya sukses, harta nya banyak, pendidikannya tinggi, menguasai teknologi, tapi di dalam hatinya nya tidak ada IMAN tidak ada Kalimat Mulia LAA ILAAHA ILLALLAAH.

Orang orang ini tak ada komunikasi dengan DZAT ALLAH…… ALLAH Subhaanahu Wata’ala (SWT), TUHAN MUHAMMAD Saw, TUHAN kita, TUHAN saya, TUHAN bapak-bapak, TUHAN Musa a.s.

Maka orang-orang ini sebetulnya tidak punya fungsi sama sekali di dunia ini. Tidak punya kekuatan apa apa, lemah, kosong…

Ummat Islam saat ini (beliau/penceramah menghususkan Ummat Islam Indonesia) walau pun Butut tapi masih punya koneksi ke jaringan telepon, karena di dalam hati mereka ada Kalimat Mulia, Kalimat Syahadat, yaitu kalimat LAA ILAAHA ILLALAAH, walaupun kalimat ini di dapat nya dari warisan orang tua (karena dilahirkan oleh orang tua Islam/Muslim).

Tapi jangan gembira dulu, Ummat Islam saat ini sudah Handphone nya butut tak punya pulsa pula. Diakui oleh ALLAH SWT sebagai hamba-NYA tetapi tak dapat berkomunikasi dengan ALLAH SWT. Tak ada kekuatan untuk membangun komunikasi dengan ALLAH SWT.

Seperti halnya Handphone tanpa pulsa, bisa nya cuma menerima panggilan saja, cuma bisa pasrah, itu pun kalo ada yang ingat nelepon, kalau tidak? kadang 2 sampai 3 hari tak ada dering panggilan masuk. Dicuekin….

Begitu juga keadaan Ummat Islam saat ini, tak ada kekuatan untuk membuat komunikasi, membuat koneksi kepada ALLAH, maka kepedulian ALLAH terhadap Ummat Islam sekarang pun sekedarnya saja. Bahkan cenderung seperti dibiarkan saja oleh ALLAH SWT, dicuekin..????

Dzkir dan Doa nya penuh kalimat yang bagus-bagus, panjang-panjang, dan keras-keras, tapi nasibnya sama seperti SMS tanpa pulsa tadi, Dzikir dan Doa ini tidak naik kelangit, tidak sampai kepada ALLAH, maka tidak dapat mengundang pertolongan ALLAH, karena tak ada pulsa.

IMAN adalah Pulsa bagi UMMAT ISLAM, semakin besar Pulsa yang terakumulasi dalam sebuah Handphone maka semakin banyak komunikasi yang dapat dibuat, begitu juga IMAN dalam Hati UMMAT ISLAM.

Semakin besar IMAN terakumulasi di dalam Hati maka semakin mudah dan kuat untuk membuat komunikasi dengan Dzat ALLAH.

Sebagaimana Handpone bila dia memiliki pulsa, tidak perlu dengan rangkaian SMS yang indah indah, satu kosa kata saja, karena ada pulsa, maka SMS itu terkirim. Begitu juga manusia bila dalam hatinya ada IMAN maka Doa dan Dzikir itu akan sampai kepada Dzat ALLAH, dan akan terjawab, Doa dan Dzikir itu segera dikabulkan.

Maka perkara yang sangat penting, urgent, mendesak bagi Ummat Islam saat ini adalah bagaimana mengusahakan IMAN? belajar IMAN?

Namun celakanya ummat Islam saat ini terjebak (terpenjara) dalam pembangunan logika saja, mempercanggih Handpone nya tetapi melupakan kartu chips nya. melupakan pembangunan koneksi jaringan. Melupakan pembangunan IMAN yang akan membuat koneksi dengan Tuhan nya, ALLAH Subhanahu wataala…

Karena kekuatan Ummat Islam ada pada IMAN nya, walau dia cuma tamat SD kalau IMAN nya betul dan sempurna maka dia akan kuat, karena ada pertolongan ALLAH dalam setiap gerak langkahnya.

Sebaliknya walau dia seorang profesor, tetapi dalam hatinya tidak ada IMAN maka dia akan lemah, karena dia bekerja hanya mengandalkan otaknya saja, logika nya saja, mak agerak langkahnya tidak mendapatkan pertolongan ALLAH.

Kelihatannya aja dia kuat, namun dia seperti fatamorgana, karena sesungguhnya dia lemah, kekuatannya SEMU.

Maka jadilah Ummat Islam saat ini seperti orang gila? bagaimana tidak, orang yang pura pura menelepon dengan telepon tanpa pulsa? atau sengaja memaksa nelepon walau pulsa nya kosong, apa bukan orang bodoh? jahiliyah? orang gila?

Ummat ini juga melupakan 1 hal yang paling menentukan dalam kehidupan nya, dan paling bernilai melebihi Logika nya, perkara itu bernama …. PETUNJUK

from:  was

Cinta

Tersebutlah kisah Sepasang pengantin baru yang sedang berbulan madu, nan sedang asyik masyuk bermesraan ..

suatu saat mereka berdua menikmati sebuah jeruk, sang suami menyuapkan seulas buah jeruk ke bibir merah merekah sang istri terkasih..

oh.. indah nya

sang istri pun menguyah ulas jeruk tersebut dengan nikmat nya, seperti menikmati santapan yang sungguh lazatnya, dan tersungging pula seulas  senyum mesra tuk suami tercinta

lalu sang suami pun menyuap jeruk untuk diri nya sendiri…

namun ah..!!??@#…xx….

seketika sang suami mengejap-ngejapkan mata, terasa asam nian jeruk yang masuk kemulutnya

“dinda..?” ujar sang suami sambil menatap lekat ke wajah sang istri

“mengapa dinda tersenyum? padahal jeruk ini terasa asam nian..” lanjut sang suami

dan sang istri pun jadi ikut tersenyum

jeruk ini memang asam, kanda” jawab sang istri

“aku tersenyum bukan karena rasa jeruk ini, tetapi suapan mesra kanda membuat hati ku riang berbunga”

“nikmat nya disuap oleh orang yang di CINTA telah mengalahkan asam nya jeruk dilidahku”

from: was

Selasa, 03 Agustus 2010

Karkuzari di India - Sekeluarga Hindu Memeluk Agama Islam

Karkuzari (laporan) ini disampaikan dalam bayan maghrib di Masjid Kebon Jeruk, Jakarta oleh jemaah Palestin yang khuruj di sana pada 13hb Mei 2010. Saudara Galih Urban mengkhabarkan karkuzari ini di status FB & gambar pula dirakam oleh saudara Lukman Hakim semasa jemaah sedang bayan masturat di tempat mereka (Jakarta).


Pembayan menceritakan bagaimana sekeluarga Hindu telah memeluk agama Islam. Satu rombongan jemaah Arab telah khuruj buat pertama kalinya di India. Oleh hal yang demikian, jemaah ini tidak tahu dimana masjid yang menjadi pusat/hub usaha dakwah dan tabligh di tempat itu.

Di depan masjid itu, ada seorang Hindu yang boleh dikatakan setiap harinya akan berada di situ. Jemaah ini telah bertanyakan berkenaan arah dan tempat masjid yang hendak mereka tujui kepada orang Hindu ini. Maka dia pun menunjukkan arah & tempat masjid tersebut kepada jemaah.
Beberapa hari kemudian, berlakulah ketetapan daripada Allah SWT, orang Hindu ini telah meninggal dunia. Sepertimana yang kita ketahui, adat resam bagi upacara kematian orang Hindu ialah membakar jasad mayat. Namun satu keanehan telah berlaku kepada jasad orang Hindu ini. Keseluruhan tubuhnya telah hancur terbakar kecuali tangannya yang digunakan untuk menunjuk arah kepada jemaah itu, tidak sekali-kali terbakar. Walau pun dicuba beberapa kali membakarnya, tangannya tetap juga tidak boleh terbakar. Masih tetap dalam keadaan utuh.
Akhirnya, berita perkhabaran mayat Hindu ini telah sampai ke Masjid Banglawali, Nizamuddin, masjid utama dakwah dan tabligh seluruh dunia. Kejadian ini juga telah dimesyuarahkan oleh para masyaikh/ alim ulama.  Setelah beberapa lama, keluarga si mati mendengar dan menghadapi kematian saudaranyanya, akhirnya sekeluarga Hindu ini telah memeluk agama Islam dengan kehendak Allah SWT.
Diantara isi bayan jemaah ini juga adalah dia mengatakan bahawa segala permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam hanya boleh diselesaikan dengan perantaraan dakwah menyeru manusia kembali kepada Allah SWT.
Sebelum berangkat ke Jakarta, jemaah Palestine ini juga telah khuruj 10 hari di Terengganu. Saudara Mohd Faris yang nusrah jemaah ini sempat merakam gambar dan bayan jemaah. Bayan diterjemah oleh Ustaz Yusri Kedah

Karkuzari jemaah khuruj di Nicaragua, Amerika Selatan - Seluruh keluarga masuk Islam.

Karkuzari (laporan) ini disampaikan dalam bayan asar Jord KL pada 17.1.2010.

Pembayan mengatakan;

" Usaha ini, tanggungjawab ini boleh dikatakan lebih daripada fardhu. Kita dapat lihat, bagaimana apabila satu orang manusia, dia keluar di jalan Allah Swt, maka begitu banyak perubahan berlaku dalam kehidupannya. Manusia yang dahulunya jauh daripada Allah Swt, telah kembali ke jalan yang benar. Manusia yang mana kehidupannya dalam keadaan kucar-kacir, kelam-kabut, kehidupannya yang jauh melanggar perintah-perintah Allah Swt, maka dengan berkat dia keluar di jalan Allah Swt ini, maka kita lihat agama telah datang dalam kehidupannya. Maka dengan usaha yang kita buat ini, mengajak manusia kepada Allah Swt, berjuta-juta perintah Allah akan hidup dalam kehidupan manusia. Sebaliknya, jika meninggalkan kerja agama ini, manusia tidak keluar di jalan Allah Swt, berjuta-juta perkara yang haram berleluasa di atas muka bumi ini. Oleh itu, untuk mengajak manusia keluar di jalan Allah Swt, supaya dia dapat usaha ke atas dirinya ini, satu perkara yang sangat-sangat penting.
Kalaulah kita tidak menghantar jemaah ke negara-negara jauh yang berada di pinggir kekufuran, maka apakah akan terjadi kepada mereka. Kita lihat sekarang apabila kita hantar jemaah ke tempat-tempat seperti ini, manusia yang jauh daripada Allah Swt, mereka telah kembali kepada Allah Swt. Oleh itu, sangatlah penting hari ini supaya umat digerakkan, keluar di jalan Allah swt.
Jadi tuan-tuan mulia, dengan Allah swt mengeluarkan kita di jalan Allah, betapa masa yang telah diberikan, ini menunjukkan Allah telah pilih kita untuk menjalankan satu usaha yang sangat mulia ini. Inilah pilihan Allah Swt, yang mana apabila kita menjalankan kerja ini, maka nusrah yang Allah telah berikan kepada sahabat-sahabat Nabi s.a.w, yang keluar ke jalan Allah Swt, maka nusrah yang sama juga Allah Swt akan berikan kepada kita yang keluar ke jalan Allah Swt. Dan ini tuan-tuan yang mulia, satu kemuliaan yang Allah swt telah berikan kepada kita, di mana apabila kita menjalankan kerja ini, Allah Swt akan berikan kepada kita ketenteraman, kebahagiaan, kemenangan dan Allah akan berikan kepada kita keselesaan dalam kehidupan dunia ini. Jadi, satu kerja yang amat mulia Allah Swt telah berikan kepada kita yang mana bila kita jalankan kerja ini, bantuan Allah, nusrah Allah yang Allah berikan kepada sahabat -sahabat Nabi, Allah juga berikan kepada kita hari ini.
Satu jemaah pergi ke Nicaragua, Selatan Latin Amerika. Satu malam, orang datang ajak jemaah itu untuk pergi ke satu rumah. Mereka ini berbahasa Sepanyol. Di sana ada satu orang tua yang berasal daripada negara Syria dalam keadaan nazak hampir meninggal dunia.
Keluarganya beritahu bahawa ayah mereka memberikan wasiat iaitu dia inginkan jenazahnya diuruskan oleh orang Islam. Maka mereka pun mencari dan dengan izin Allah SWT, mereka telah jumpa jemaah ini. Jemaah ini sempat datang ke rumahnya dan menalkinkannya untuk ucap kalimah syahadah. Dengan izin Allah SWT, dia telah mengucap kalimah syahadah sebelum dia meninggal dunia. Maka jemaah ini telah menguruskan jenazahnya dengan begitu baik sebagaimana yang sepatutnya, seolah-olah seperti memperkebumikan saudaranya sendiri.
Maka anak-anak orang tua ini dan isteri dia yang tidak beriman telah melihat bagaimana jemaah ini menguruskan jenazah dan seluruh keluarga ini telah memeluk agama Allah SWT.
Tuan-tuan yang mulia cubalah kita bayangkan, kalaulah jemaah ini sampai ke tempat itu lewat dalam masa sehari, bagaimanakah kesan kerugian yang akan berlaku. Oleh itu tuan2 yang mulia, kita yang berada di jalan Allah SWT ini adalah sumber hidayat, di mana satu minit berada di jalan Allah, mungkin di dalam satu minit itu terletak berjuta-juta hidayat Allah SWT kepada manusia dan sebaliknya kalau kita duduk di rumah, maka berapa ramaikah manusia akan hilang peluang untuk dapat hidayat daripada Allah SWT.
Oleh kerana itu tuan-tuan yang mulia, Allah SWT telah pilih kita di dalam usaha agama ini, ini satu tanggungjawab yang begitu berat, yang memberikan kesan begitu besar kepada manusia di atas muka bumi ini. "
:: download bayan Maulana Syamim semasa Jord KL, Januari 2010 di sidebar rakan blog atau mendengarnya melalui tab 'bayan' di sidebar blog ini, Insya'Allah.
Wallahu a’lam.

 

From: karkuzaridakwahiman

Karkuzari jemaah Malaysia: Penunjuk jalan (rahaba) Hindu diberi Hidayah

Karkuzari(laporan) disampaikan dalam bayan(ceramah umum) oleh jemaah Inggeris semasa khuruj ke Indonesia, di Masjid An-Nizam Rawasari pada 17.02.07.


Pembayan mengatakan;
"Jemaah sekalian apabila seseorang ini benar-benar sungguh menghadirkan kecintaannya kepada Allah SWT, terikat hatinya kepada kecintaannya kepada Allah SWT, maka pasti orang ini akan menggunakan seluruh yang ada dalam dirinya semata-mata untuk meyukakan Allah SWT dan semata-mata untuk semakin dekat kepada Allah SWT.

Apabila di dalam hati seseorang ini ada rasa sedemikian rupa dan ada usaha sedemikian rupa maka Allah SWT pasti akan anugerahkan ke dalam hati orang ini ketenangan dan ketenteraman.
Apabila seseorang telah dianugerahkan oleh Allah SWT ketenangan dan kebahagiaan, maka orang lain disekitarnya akan melihat betapa bahagianya orang ini, betapa senangnya hidupnya, pasti orang ini ingin mendapatkan apa yang diperolehi oleh orang itu. Maka dengan sendirinya, orang yang bahagia ini jemaah sekalian, akan menjadi penunjuk jalan agar supaya orang yang dia kenal atau orang yang disekitar dia bisa mendapatkan kebahagiaan.
Beliau(pembayan) ingat pada satu saat ada rombongan jemaah dari Malaysia yang datang ke Inggeris dan beliau menempatkan diri beberapa hari ikut bersama dengan jemaah itu. Ketika itu mereka berada di dalam sebuah kawasan yang mana banyak orang Islam tetapi mereka tidak datang ke masjid. Akhirnya, mereka berusaha keluar dari masjid dan jumpa dengan saudara-saudara muslim mereka.
Ketika berjumpa dengan seseorang yang mereka sangka itu adalah seorang Islam, maka mereka pun mengucapkan salam. Dan dia katakan, “saya bukan seorang Islam.” Dan kemudian jemaah bertanya sama ada dia kenal dengan orang Islam di daerah ini. Dia seorang Hindu dan dia katakan kepada saudara-saudara kita, “saya orang Hindu, saya tahu di mana ada orang-orang Islam, saya akan hantar anda ke sana.” Orang Hindu ini pun menghantarkan para rombongan ini untuk jumpa saudara-saudara muslim.
Ketika mereka berjumpa dengan saudara-saudara muslim, orang hindu ini mendengarkan dengan baik perbicaraan yang disampaikan oleh saudara-saudara tamu Malaysia ini terhadap saudara Islam di kawasan itu. Kemudian setelah beberapa lama, maka jemaah ini pun kembali ke masjid. Orang Hindu ini pun mengikut jemaah ini, selama perjalanan menuju ke masjid, dia menangis.
Maka kemudian saudara kita bertanya, “kenapa kamu menangis?” Dia katakan, dia sangat sedih, dia tidak bahagia. Dia mempunyai banyak permasalahan dalam hidupnya. Dia berkata lagi, “ketika saya melihat wajah-wajah tamu saudara dari Malaysia ini, saya melihat betapa wajah yang penuh dengan kebahagiaan, wajah penuh dengan ketenangan, maka saya juga ingin mendapatkan wajah seperti itu.” Dan orang Hindu ini mengatakan, “ saya tidak akan tinggalkan kalian sebelum saya mendapatkan kebahagiaan seperti yang kalian telah dapatkan.” Dia dengan bersungguh-sungguh, dia pun merunduk dan kemudian menarik-narik kaki daripada saudara-saudara kita dari Malaysia, sambil memohon, “tolong berikan kepada saya kebahagiaan ini. "
Jemaah ini pun bertanya kepada pemimpin rombongan dari Malaysia ini berkenaan apa yang harus dilakukan. Diperintahkan oleh amir pemimpin rombongan, agar hantarkan orang ini ke rumahnya, bersihkannya dan kemudian berikan dia pakaian yang baru. Setelah itu, mereka duduk bersama sambil meminum kopi. Maka orang Hindu ini pun mengatakan sesuatu yang aneh, iaitu dia katakan, “Tuhan telah menghantar kalian kepada saya, ke hadapan saya, untuk menjadi petunjuk bagi saya. Di saat kalian datang kepada saya dan mengucapkan salam kepada saya, persis pada saat itu, saya sedang berada di tepi sebuah jalan raya, yang mana sebentar lagi akan lewat sebuah trak yang besar dan saya akan lompat ke tengah jalan itu untuk membunuh diri saya. Namun pada detik itu juga, anda telah datang kepada saya untuk menyelamatkan saya."
Kemudian, dia pun dibawa ke masjid. Setelah mengucapkan syahadat di masjid, namanya digantikan menjadi Mohamad Rustam. Pada saat itu dia mendapatkan langsung kebahagiaan yang hakiki!
Jadi bapak hadirin Allah SWT, bertebaran manusia di seluruh penjuru dunia ini, yang menantikan daripada kebahagian, menantikan barang yang paling bernilai, bermilyar-milyar manusia menunggu kita. Kita ini telah diberi potensi , telah diamanahkan oleh Allah SWT, agama yang akan memberikan kebahgiaan, tapi jangan kita melihat agama ini justeru menjadi penghalang bagi diri kita untuk menyebarkan hidayat. "
Seterusnya pembayan menceritakan tentang kelebihan umat ini sebagai umat yang terakhir..

From: karkuzaridakwahiman

Pikir Hidayah, kasih sayang, sombong dan dengki

Kepada Kaum Muslimin yang Dimuliakan Allah swt,

Ada yang lupa dan luput dari Ummat Nabi Muhammad SAW sekarang ini, yaitu KASIH dan SAYANG. Dan dua hal ini yang akan berusaha dihancurkan oleh lawan-lawan kaum muslimin, dan sekarang sudah banyak terbukti. Akhirnya hal kecil saja, bisa saling membunuh; atau hal yang banyak dibahas Ulama, bisa saling menghina.

KASIH dan SAYANG telah diangkat terhadap seorang manusia dari turunan Nabi Adam As, sehingga adiknya dibunuh dengan tangannya sendiri. Itulah kisah makhsyur, perihal QABIL dan HABIL. Dan kisah tertulis dengan baik dalam Al-quran.

Bagaimana KASIH dan SAYANG bisa hilang dalam ummat Nabi Muhamm SAW? Karena merasa SOMBONG dan DENGKI kepada kaum yang lain. Yang menjadi pembunuhan pertama terjadi di muka bumi, karena SOMBONG dan DENGKI terhadap yang lain.

Maka sekarang ini harus berusaha menghilang penyakit ini SOMBONG dan DENGKI, dan penyakit ini bisa kena pada siapa saja termasuk kalangan Ulama dan Ustadz sekalipun. Sehingga akhirnya bisa hilang KASIH dan SAYANG itu.

KASIH, SAYANG, SOMBONG dan DENGKI banyak sekali bahasannya dalam Al-quran dan As-Sunnah, kalimat-kalimat ringan untuk diucapkan, TETAPI berat untuk dijinjing kemana-mana dalam hidup ini.

Banyak di antara kita membahas perihal SOMBONG dan DENGKI melalui kitab-kitab tebal yang ditulis para Ulama tetapi seperti tidak ada hasilnya. Kenapa bisa begitu? SOMBONG biasanya muncul ketika berhadapan dengan orang yang berada di bawah pandangan kita, apakah itu karena hartanya, ilmunya, prestasinya, keberaniannya, dsb. Sedangkan DENGKI biasanya muncul ketika kita berhadapan dengan orang yang dapat menyamai atau melebihi pandangan kita, apakah itu karena hartanya, ilmunya, prestasinya, keberaniannya, dsb.

Untuk menghilang SOMBONG dan DENGKI dalam diri kita, maka itulah harus dengan KASIH dan SAYANG. dua kata inipun ringan diucapkan, tetapi sulit untuk diwujudkan dalam kehidupan kaum muslimin. Untuk mendapatkan KASIH dan SAYANG ini dalam diri kita, maka kita kaum muslimin harus berusaha mempunyai PIKIR HIDAYAH.

HIDAYAH merupakan keputusan Allah swt dan kehendakNYA. Maka kita harus mempunyai PIKIR HIDAYAH ini, sehingga apapun kita akan berusaha menjadi ASBAB HIDAYAH. dan hal ini akan menumbuhkan KASIH dan SAYANG dalam jiwa. Kata KASIH dan SAYANG merupakan dua kata yang sangat erat dengan kalimat BASMALAH yang berkaitan dengan Allah swt.

Banyak manusia dari dulu sampai sekarang tetapi Allah swt terus memberikan rejekiNYA, bagaimana kufurnya Firaun La’natullah. Tidak dimatikan langsung saja ketika mengaku sebagai Rab. Tetapi masih diberikan kesempatan beberapa kali, dan bahkan yang disuruhNYA adalah kekasihNYA sendiri Musa As dan Harun As. Dan ini tentunya merupakan pengorbanan yang besar dilakukan.

Jadi tidaklah mungkin KASIH dan SAYANG muncul dalam tubuh ummat Islam, tanpa adanya pengorbanan besar dengan jiwa dan harta sendiri. Tidaklah mungkin KASIH dan SAYANG ini muncul di tubuh Ummat, hanya dengan membahas-bahas kitab. Karena kata-kata ini sangat sederhana, KASIH dan SAYANG. Maka untuk mendapatkan itu, kaum muslimin harus berani berkorban dengan berlatih.

Pernah kami mendengar seorang Alim mencuci kamar mandi/wc sebelum menunaikan sholat malam di salah satu masjid, ada lagi kisah seorang pejabat tinggi di kepolisian dimarahi tukang ojek ketika mengajaknya ke masjid, seorang Alim besar berkhidmat kepada seorang tukang sereh, kisah seorang da’i mengajak makan anak-anak sekolahan, seorang Doktor menyediakan makan untuk orang-orang umum, dsb.

Semua hal itu untuk menumbuhkan KASIH dan SAYANG dalam tubuh Ummat Nabi Muhammad SAW. Dan hal itu dilakukan karena ada satu keinginan besar agar HIDAYAH Allah swt turun ke kaum muslimin lainnya dan ummat manusia secara umumnya, sehingga bersedia mereka berkorban apapun yang dilakukan dengan KASIH dan SAYANG. Itulah PIKIR HIDAYAH.

PIKIR HIDAYAH ini akan membentuk Ijtima’iyyah di tubuh kaum muslimin, karena pikir ini merupakan PUNCAK dari segala macam-macam Pikir-Pikir kaum muslimin yang ada. Dan Ijtima’iyyah itu di tubuh kaum muslimin hanya dapat dibangun dengan KASIH dan SAYANG, bukan dengan SOMBONG dan DENGKI.

Tanpa adanya PIKIR HIDAYAH maka akan sulit kaum muslimin MENGUNGGULI musuh-musuhnya di muka bumi, bahkan akan sulit MENGHINDARI dari trik-trik musuh-musuh kaum muslimin.

Semua khidmat pada Ummat Nabi Muhammad SAW perlu kita saling menghormati, dan satu sama lain itu akan memberikan peran bagi kaum muslimin. Dan tentunya perlu ada perakat untuk semua kaum muslimin di berbagai lapisan di manapun berada bahkan akan menarik ummat lain dekat dan masuk ke dalam pangkuan Al-Islam, dan PIKIR HIDAYAH itu yang perlu dibangun, dan dapat menumbuhkan KASIH dan SAYANG.

from:Usahadakwah.com

Minggu, 01 Agustus 2010

Paham Abu Lahab

Assalamualaikum WRB
Segala Puji hanya milik Dzat yang Maha Mulia, yang ditanganNya tergenggam nyawa-nyawa seluruh mahluk semesta alam..yang Maha Kekal sebelum segala sesuatunya ada, dan akan tetap Kekal setelah segala sesuatunya tiada.Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunanNya.Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amal perbuatan kita.
Shalawat dan Salam kepada Baginda Rasulullah SAW, Kekasih Allah juga para ahlul bait dan para sahabat2 beliau yang kita sebagai ummatnya, saudara seIman mereka di masa sekarang ini belum pernah melihatnya tapi tetap merasakan kehadirannya dan senantiasa merindukan perjumpaan dengannya.
Saudaraku seiman, Agama adalah suatu hal yang sangat mulia, Agama adalah maksud diciptakan dan dihantarnya manusia kemuka bumi, tempat bersandarnya semua manusia, sumber kebahagiaan semua manusia bahkan menjadi sumber asbab mulia atau hinanya seorang hamba.
Nabi dan Rasulpun Allah SWT hantar hanya untuk perkara Agama saja,
Dikisahkan Hari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan semua penduduk Makkah di bukit Shafa. Beliau bersabda:
“…Wahai Bani Fihr, wahai bani Ady, wahai semua orang Quraisy. Apa pendapat kalian jika sekiranya kukabarkan bahwa di balik bukit ini ada sepasukan berkuda bersenjata lengkap mengepung, siap menyerbu Makkah dan melumatkannya?”
Maka sontak seluruh manusia yang berkumpul pada hari itu menjawab,
“Sungguh kami belum pernah mendengar ada kedustaan keluar dari lisanmu. Jika engkau berkata seperti itu maka kami akan mempercayainya. Engkau adalah Al Amin.”
Maka Rasulullah SAW pun tersenyum serta melanjutkan,
“Maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku adalah pembawa peringatan dari sisi Allah sebelum datangnya ‘azab yang besar…”
Maka geger dan gemparlah seluruh manusia yang mendengarkan perkataan tersebut. Banyak diantara mereka yang bertanya-tanya dan banyak pula yang hampir menyatakan kepercayaannya pada Muhammad. Hingga di tengah keributan dan kebingungan manusia itu tampillah seorang laki – laki berkulit putih, bermata juling, dan berpakaian sutera dengan sikap badan menantang maju ke depan, mengacungkan tangannya ke wajah sang Rasul sambil berteriak,
“Tabban laka ya Muhammad ‘asyaral yaumu!!! Alihaadza jama’tana?!!!”, “Celakalah engkau ya Muhammad sepanjang hari ini!!! Apakah untuk urusan seremeh ini kami semua kau kumpulkan?!!”
Saat itulah Allah membalas perkataan lelaki itu langsung dari langit ketujuh,
“Tabbat yadaa Abi Lahaabiw wa Tabb!”, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar – benar binasa!”. Abu Lahab, itulah nama lelaki itu. Sebuah nama yang tetap abadi di dalam Al Quran sebagai simbol penentang da’wah.
Sebuah pelajaran menarik dapat diambil dari kisah asbabun nuzulnya (sebab turunnya) surah Al Lahab di atas, yaitu ketika Abu Lahab berkata, “Apakah untuk urusan seremeh ini kami semua kau kumpulkan?!!” Bagi Abu Lahab urusan kenabian, urusan agama, urusan dunia dan akhirat adalah sesuatu yang remeh dan kecil. Sehingga dia mengecilkan dan sangat menganggap enteng urusan itu.
Padahal di sisi Allah urusan kenabian, urusan keselamatan dunia dan akhirat adalah sesuatu yang besar. Yang karenanya Allah mengutus orang – orang pilihan diantara manusia. Yang karenanya pula Allah turunkan kitab suci.
Hanya karena cintaNya pada manusia agar manusia kembali kepada jalan yang lurus. Dan saat itu, sesosok makhluk yang telah diciptakanNya menganggap sangat enteng urusan tersebut.
Ide Abu Lahab ini kemudian tak lekas dimakan rapuhnya usia. Sebagaimana namanya yang Allah abadikan dalam Al Quran, idenya pun tetap lekang hingga kini di zaman modern. Bentuk ide Abu Lahab sekarang telah bertransformasi menjadi sesuatu yang baru dengan berbagai variannya. Namun pada intinya satu, yaitu menyepelekan masalah agama, syariat Islam.
Menyepelekan Agama ini sangatlah bervariasi, dari Iman yang lemah hingga orang yang mengaku beriman dan Islam yang hanya di KTP saja.
Golongan yang Imannya lemah menyepelekan Sholat berjamaah di masjid.
“Maka datanglah sesudah mereka (sesudah orang-orang pilihan Allah) pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui (akibat) kesesatannya.” (QS. Maryam:59)
Dan hendaknya orang-orang yang masih mempunyai iman di hatinya takut akan sabda Rasulullah SAW. Dari Jabir radhiallah anhu, ia berkata: “Rasulullah SAW menyatakan.
‘Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan syirik dan kafir adalah meninggalkan shalat’.” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah ra., dia berkata, Telah datang kepada Nabi seorang laki laki buta, dia berkata, Wahai Rasulullah saya tidak memiliki penuntun yang bisa menuntun saya ke mesjid.
Orang tadi memohon kepada Rasulullah agar memberi keringanan untuknya sehingga ia shalat di rumahnya, maka beliau pun memberikan izin untuknya. Tetapi tatkala orang itu mau pergi beliau memanggilnya dan bertanya, Apakah kamu mendengar adzan shalat ? Dia jawab, Ya. Beliau bersabda, Kalau begitu datangilah (panggilan shalat itu)
(HR. Muslim, hadits no. 1073 pada Kitab Riyadush Shalihin)
Golongan yang mengaku beriman.
Golongan yang mengaku beriman ini sangatlah unik, karena ingin digolongkan sebagai ummat Islam juga tapi tidak menunaikan hak-haknya.
yang paling sering dan bahkan sangat umum adalah wanita yang mengaku muslim tapi tidak mengenakan jilbab.
firman Allah ta’aala dalam surat Al-Ahzab ayat 59
“ Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin:Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Golongan Islam KTP.
Golongan ini peminatnya lumayan banyak, diantaranya adalah mereka yang sholat jumat kadang-kadang dan bahkan hanya sholat hari raya saja. mereka juga tidak peduli dengan hal-hal yang berbau keagamaan, hidup dengan makan, kawin, kerja, punya anak, lalu mati macam hewan.
Golongan yang terakhir adalah golongan yang paling parah..
Mereka mengaku beriman tapi menghina atau mencibir Sunnah-Sunnah Nabi, inilah golongan yang murni mengadopsi paham-paham Abu Lahab.
“Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka. Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.”
(Muhammad : 31-30)
Inilah bentuk transformasi dari ide Abu Lahab 14 abad yang lalu. Sebuah bentuk penyepelean terhadap risalah kerasulan. Jika James Gwee dalam Business Revolution-nya berkata bahwa dalam membandingkan sesuatu itu harus compare apple with apple.
Bentuk transformasi sempurna dari kepompong ide Abu Lahab itu sekarang sering diwacanakan dan muncul menjadi sebuah virus SEPILIS di masyarakat. SEPILIS = Sekularis, Pluralis, dan Liberalis. Itulah virus baru yang becikal bakal dari penyepelean risalah kerasulan dan terhadap syariat Islam yang agung.
Ketika seseorang menyampaikan kajian keislaman berdasarkan Quran dan Sunnah dengan penafsiran para shahabat, maka merekapun berkata, “Cuma segitu? Use your own opinion to interpret Allah’s words man. That’s not cool.” Maka mereka pun berpegang pada Sugan dan Ceunah (sepertinya dan katanya) ketimbang pada Quran dan Sunnah.
"Ah jenggotkan cuma sunnah"
"Gak usah pake jenggot, keliatan gak bersih"
"Qo pake celana ajah gak becus (Hisbal), kyk orang kebanjiran ajah"
"ngpain pake jilbab, kan belum siap, lagian norak karena gak mengikuti zaman"
"Lihat tuh yang pake cadar, kyk ninja kampungan ajah"
Firman Allah SWT:
“Dan jika kamu tanyakan kepada orang-orang munafik (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman" (Bara'ah/At-Taubah: 65-66)
ini Masalah yang penting sekali, bahwa orang yang bersendau-gurau dengan menyebut-nyebut Allah, ayat-ayatNya atau Rasulullah adalah kafir.
Ini adalah tafsiran dari ayat tersebut di atas terhadap orang yang melakukan perbuatan itu, siapapun dia.
Kita terkadang membiarkan atau bahkan ikut tertawa apabila ada teman kita atau seseorang yang mengaku Islam tapi berani melecehkan atau mempelesetkan Ayat-2 Allah SWT dan Sunnah Baginda Rasulullah SAW.
Untuk golongan-golongan tersebut Allah menyatakan.
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." (Al Maidah :54)
Untuk mengganti Hamba yang tidak tau bersyukur seperti kita adalah mudah bagi Allah SWT
"Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian." (An Nisaa :133)
Saudaraku seiman Semoga Allah SWT mengekalkan hidayah dalam diri kita hingga nafas terakhir yang kita hembuskan dan kita terhindar dari sifat-sifat munafik.
Ada benarnya datangnya dari Allah dan adapun kesalahan dalam artikel ini dikarenakan kebodohan dan kekurangan ilmu saya sendiri.
..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..